Miris! Anak Sungai di Tengah Permukiman Sinambek Dipenuhi Sampah dan Endapan, Warga Desak Pemkab Kuansing Turun Tangan

IMG 20260808 WA0003
Miris! Anak Sungai di Tengah Permukiman Sinambek Dipenuhi Sampah dan Endapan, Warga Desak Pemkab Kuansing Turun Tangan

TELUK KUANTAN — Kondisi anak sungai yang berada di tengah permukiman masyarakat Snambek, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menuai sorotan warga.

Saluran air yang berada hanya sekitar 50 meter dari Bundaran Tugu Sarano, tepatnya di belakang Gudang Acong, kini tampak memprihatinkan. Endapan tanah, sampah, rerumputan hingga tumbuhan liar terlihat memenuhi sejumlah bagian saluran.

Kondisi tersebut dinilai warga membuat aliran air tidak lagi berjalan optimal. Selain terlihat kumuh, aroma tidak sedap juga mulai mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Ironisnya, berdasarkan keterangan warga, saluran yang disebut telah dibangun Pemerintah Daerah Kabupaten Kuansing sejak puluhan tahun lalu tersebut disebut belum pernah mendapatkan pengerukan maupun pembersihan secara menyeluruh.

Warga Minta Ekskavator Diturunkan

Rukun Kampung (RK) Lingkungan III Snambek, Ramli, meminta Pemkab Kuansing melalui dinas terkait segera melihat kondisi anak sungai yang terletak tak jauh di belakang pos polisi tugu carano secara langsung.

Menurutnya, kondisi saluran sudah membutuhkan penanganan serius. Ia bahkan meminta pemerintah mempertimbangkan penggunaan alat berat untuk melakukan pengerukan terhadap endapan yang telah menumpuk.

Bacaan Lainnya

 “Kami meminta pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun melihat kondisi sungai ini. Kalau bisa segera turunkan ekskavator untuk membersihkan dan mengeruknya, supaya air bisa kembali mengalir dengan lancar,” ujar Ramli, Sabtu (8/8/2026).

Ramli mengatakan persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kebersihan atau estetika lingkungan. Tumpukan sampah, endapan dan tumbuhan liar yang berada di dalam saluran dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga.

“Ini berada di tengah permukiman warga. Bau terasa, nyamuk juga banyak. Tentunya masyarakat merasa terganggu dan kami khawatir kondisi seperti ini bisa berdampak terhadap kesehatan, terutama anak-anak,” katanya.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu kondisi saluran semakin parah sebelum mengambil tindakan.

Screenshot 20260808 1111472
Kondisi anak sungai yang berada di tengah permukiman masyarakat Snambek, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau

Ramli meminta adanya pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus menentukan bentuk penanganan yang dibutuhkan.

“Kami berharap jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Kalau memang perlu dikeruk dan dibersihkan, kami berharap segera dilakukan,” tegasnya.

Menurutnya, perhatian terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi semakin penting karena Teluk Kuantan saat ini tengah berada dalam suasana perhelatan budaya Pacu Jalur sekaligus memasuki momentum bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Apalagi sekarang momen Pacu Jalur dan bulan Agustus. Kita tentu ingin Kota Teluk Kuantan terlihat bersih, indah dan nyaman. Jangan sampai di tengah kota masih ada saluran seperti ini yang luput dari perhatian,” pungkas Ramli.

Wartawan kemudian mendatangi lokasi dan mendokumentasikan kondisi anak sungai tersebut.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah titik saluran tampak mengalami pendangkalan. Endapan tanah terlihat menumpuk di dasar saluran, sementara rerumputan dan tumbuhan liar tumbuh di beberapa bagian.

Sampah rumah tangga dan berbagai material lainnya juga tampak tersangkut di antara tumbuhan serta bagian saluran yang mengalami pendangkalan.

Kondisi tersebut membuat aliran air terlihat tidak maksimal dan berpotensi semakin terganggu apabila tidak segera dilakukan pembersihan maupun pengerukan.

Keberadaan saluran yang berada di tengah kawasan permukiman juga membuat persoalan ini mendapat perhatian masyarakat sekitar.

Pemkab Kuansing Diminta Beri Kepastian

Warga berharap Pemkab Kuansing tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap persoalan tersebut.

Masyarakat menilai pengerukan dan pembersihan perlu dipertimbangkan untuk mengembalikan fungsi saluran, terutama jika endapan tanah dan sampah memang telah menghambat aliran air.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dan dinas terkait mengenai kondisi anak sungai tersebut, termasuk riwayat pemeliharaan serta ada atau tidaknya rencana pengerukan dan pembersihan dalam waktu dekat.

Pos terkait