ROKAN HILIR – Pembangunan Jembatan Garuda di Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, terus berlangsung meski terkendala akses distribusi material yang harus melalui jalur sungai.
Danramil 0321-06/Tanjung Medan Kapten Arh Yulisman menyampaikan hingga Sabtu (16/5/2026), progres pembangunan jembatan tersebut masih berada pada tahap awal dengan capaian pekerjaan sekitar 10 persen.
“Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bentuk kepedulian TNI bersama masyarakat dalam membantu membuka akses transportasi warga. Meski menghadapi kendala distribusi material melalui jalur air dan kondisi teknis di lapangan, personel tetap semangat bekerja agar pembangunan dapat selesai sesuai harapan masyarakat,” ujar Yulisman.
Ia menjelaskan, pada kegiatan hari ini personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pemasangan besi angker pada lubang pondasi bagian belakang jembatan.
Pengerjaan tersebut melibatkan dua personel TNI dan sekitar 20 orang masyarakat yang bergotong royong membantu proses pembangunan di lapangan.
Menurutnya, untuk pekerjaan berikutnya direncanakan dilakukan pemasangan besi angker pondasi bagian depan serta perakitan mal besi pondasi.
Selain faktor cuaca dan kondisi medan, pembangunan jembatan juga menghadapi kendala teknis berupa perubahan lubang pondasi tepi berdasarkan arahan teknisi dari Zidam sehingga membutuhkan penyesuaian konstruksi.
Di samping itu, akses menuju lokasi pembangunan hanya dapat ditempuh menggunakan jalur air dengan estimasi waktu perjalanan sekitar tiga hingga empat jam.
Distribusi seluruh material bangunan juga dilakukan menggunakan boat sehingga membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan jalur darat.
Meski demikian, kata dia, proses pembangunan tetap berjalan aman dan lancar berkat kerja sama antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Jembatan Garuda tersebut nantinya diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga di Kepenghuluan Air Hitam dan wilayah sekitarnya.





