TELUK KUANTAN — Perhelatan tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) diwarnai sorotan tajam. Komentator senior Pacu Jalur, Darwis, menyampaikan kecaman keras terkait dugaan aksi pamer dan promosi minuman keras jenis tuak oleh oknum peserta di tengah gelaran perhelatan budaya tersebut.
Dalam orasinya di hadapan forum, Darwis mendesak panitia pelaksana untuk segera melakukan klarifikasi dan mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut. Ia menegaskan bahwa apabila indikasi itu terbukti benar, panitia tidak boleh ragu mengambil tindakan drastis.
“Kalau ini terjadi, kita usir saja pemacu jalur itu dari Teluk Kuantan!” tegas Darwis dari atas mimbar.
Aksi tak terpuji tersebut dinilai tidak hanya mencederai kebanggaan masyarakat Kuansing dan Indragiri Hulu (Inhu) sebagai satu rumpun kebudayaan, tetapi juga menodai pilar dasar masyarakat setempat.
“Ini sudah masuk ranah norma-norma agama. Pacu Jalur bukan perlombaan profesional, tapi perlombaan tradisional dari budaya masyarakat adat. Adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah,” ujarnya menambahkan.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya etika pendatang untuk menghormati tatanan lokal. Kendati masyarakat Kuansing menyambut terbuka kehadiran para pendayung luar daerah yang mengangkat nama Pacu Jalur ke kancah nasional, penghormatan terhadap adat tetap menjadi syarat mutlak.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya apa? Ikuti nilai-nilai budaya adat masyarakat yang ada di tempat itu,” seru Darwis.
Isu ini sendiri telah memicu gelombang kegaduhan publik. Darwis mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, telah menghubungi dirinya secara langsung untuk menyampaikan keresahan senada.
“Tolong jalur-jalur yang memamerkan minuman itu, minta klarifikasinya ke panitia. Karena sampai saat ini gaduh masyarakat kita,” ungkapnya.
Sebagai figur yang selama puluhan tahun memandu jalannya perhelatan di Tepian Narosa, seruan Darwis menjadi teguran moral yang mendalam. Penegakan aturan secara tegas oleh panitia kini sangat dinantikan demi menjaga kesucian serta marwah tradisi Pacu Jalur.
Eksplorasi konten lain dari Hitam Putih News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






