Komisi II DPRD Kuansing Adakan Hearing Dengan Pihak PT SIM

Komisi II DPRD Kuansing Adakan Hearing Dengan Pihak PT SIM
Komisi II DPRD Kuansing Adakan Hearing Dengan Pihak PT SIM

KUANTAN SINGINGI – Ketua Komisi II DPRD Kuansing Fedrios Gusni pimpin rapat dengar pendapat (Hearing) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan PT Sinergi Inti Makmur (SIM) terkait dugaan pencemaran air sungai di Kecamatan Singingi Kuansing Riau.

Turut hadir dalam Hearing tersebut Hengki Prima Hidayat, wakil ketua komisi II, Dasver librian sekretaris komisi II, Aprison anggota DPRD Kuansing dari partai PAN Aditya Pramana anggota DPRD dari PKB, Syapril,ST anggota DPRD dari PKS.

Hadir Juga Kadis DLH Deflides Gusni, SP M.Si Kadis Perkebunan Andriyama, S.Hut, Kepala PTSP Jonpite Alsi, S.Sos M.Si Toni Wijaya Manager PT SIM, dan H Himanto Humas PT SIM serta para mahasiswa dan pers.

Menurut Toni Wijaya Manager PT Sinergi Inti Makmur (SIM) hasil pengamatan bersama pihak DLH tidak ditemukan kolom limbah yang pecah atau bocor. Namun demikian PT SIM membuka ruang untuk masukan jika ada hal – hal yang perlu perbaikan atau penyempurnaan, perusahaan siap menindaklanjuti dengan baik. Hasil pengecekan serta pengamatan pihak perusahaan bersama dinas DLH sudah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

” Iya, hasil pengamatan pihak kami (perusahaan) bersama pihak DLH,tidak menemukan kolom limbah yang pecah, atau bocor seperti yang dituduhkan kepada pihak kami (perusahaan), namun demikian DLH sudah mencatat segala hasil pengamatan di lapangan termasuk mengambil sample air sungai,” kata Toni Wijaya.

Dalam analisa pihak pabrik kata Toni, perilaku kondisi ikan mati ditemukan di aliran sungai lembu dan kebun lado, yang jaraknya cukup jauh dari titik pabrik. sedangkan disungai batang lembu yang berada di hulunya yang lebih dekat ke titik pabrik tidak ditemukan ikan mati. Begitu juga di sungai lantak payo yang berada persis di bawah pabrik tidak jauh dari kolom limbah, juga tidak ditemukan ikan mati.

Bacaan Lainnya

Penelusuran pihak pabrik sambung Toni, berlanjut ke arah hilir yakni di sungai batang lembu dan pulau kandang dimana kedua alur sungai ini adalah titik temu dua aliran sungai yang berbeda, nah ini yang masih perlu di cermati lebih mendalam, terutama airnya apakah betul mengandung unsur limbah, atau ada unsur lain yang juga berkemungkinan dapat menyebabkan ikan mati.

Selanjutnya, dari keterangan Fedrios Gusni Ketua Komisi II DPRD Kuansing bahwa berdasarkan hasil keterangan dari para datuk – datuk yang dia peroleh pada hari kejadian sabtu (24/5), pihak pabrik PT SIM mengakui dihadapan datuk – datuk beserta camat bahwa kolom limbah saat itu terjadi kebocoran. Nah ini terdapat dua keterangan yang berbeda, antara datuk – datuk dengan pihak pabrik.

” Saya mendapatkan dua keterangan yang berbeda, dari datuk – datuk antau Singingi menyampaikan dugaan pencemaran bersumber dari pabrik PT SiM sesuai hasil temuan dilapangan. Sementara dari keterangan saudara Toni Wijaya Manager PT SIM menyampaikan tidak ditemukan kolom pecah atau limbah bocor.

” Dua pernyataan ini akan kita sikapi selaku komisi II yang membidangi hal ini, saya minta DLH segera melakukan uji lab dan pengumpulan bahan – bahan keterangan,” katanya.

Ditempat yang sama Camat Singingi Saparman, ST M.Eng menjelaskan pagi Sabtu (24/5) ada laporan dari masyarakat, atas laporan itu dia langsung turun ke daerah dekat PT SIM, di jembatan dibawah aliran sungai lantak payo. Disana kata camat, banyak ikan dengan mudahnya bisa ditangkap, artinya ikan berkemungkinan dalam kondisi lemas, sebelum mengapung.

Arpison, anggota DPRD Kuansing, meminta DLH Kuansing untuk segera melakukan uji laboratorium terkait air sungai Singingi tersebut. Kemudian Dasver Librian, mempertanyakan izin pabrik tersebut apakah sudah lengkap atau bagaimana.

” DLH Kuansing segera melakukan uji laboratorium,” ucap Arpison.

Kadis DLH Kuansing Deflides Gusni,SP M.Si menyampaikan pada hari Sabtu (24/5) pukul 09.08 wib, dia menerima laporan dari Budi mantan ketua BPD Kebun lado. Bahwa ditemukan ikan menepi dan mati di daerah aliran sungai pulau kandang daerah kebun lado.

Atas laporan itu, dia yang kebetulan berada di luar kota segera memerintahkan kepala seksi yang membidangi terkait limbah untuk cek langsung ke lokasi kejadian. Tim dari DLH langsung melakukan pengamatan lapangan, dibeberpa titik, termasuk di titik limbah bersama pihak pabrik.

” Hasil pengamatan kami sudah dituangkan dalam sebuah berita acara, petugas dari dlh juga sudah mengambil sample air, untuk di lakukan uji laboratorium, secara fisik warna air pada sabtu (24/5) saat kejadian berwarna gelap,” kata Deflides Gusni kadis DLH Kuansing dalam Hearing bersama komisi II DPRD Kuansing Senin (26/5/2025) pagi

Pos terkait