TELUK KUANTAN – Sebuah video permohonan maaf terbuka berdurasi singkat mendadak viral di media sosial TikTok. Video tersebut menampilkan seorang konten kreator asal Sumatera Utara, yang dikenal dengan akun Polda stg, bersama Ketua Persatuan Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik, saat menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Langkah ini diambil guna meredam potensi konflik sosial menyusul insiden kesalahpahaman dan kecelakaan kecil saat perhelatan tradisi Pacu Jalur di Tepian Narosa.
Tak Paham Adat dan Norma Local
Dalam video tersebut, kreator akun Polda stg mengaku bahwa dirinya baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Kuansing untuk menyaksikan langsung tradisi akbar Pacu Jalur. Ketidaktahuannya terhadap tata krama dan norma adat setempat memicu terjadinya kekhilafan.
Ia mengakui telah membawa serta mengonsumsi minuman keras jenis tuak saat menaiki moda transportasi air/perahu jalur. Tindakan tersebut dinilai tidak etis dan melanggar kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kuansing.
“Saya orang Medan, Sumatera Utara, dan baru pertama kali datang ke daerah Kuansing. Saya tidak tahu bahwa tindakan membawa minuman keras di atas perahu jalur dilarang. Saya dari kampung, kalau ada kesalahan, saya meminta maaf sebesar-besarnya,” ujar kreator tersebut dengan nada menyesal.
Ketua PBK Pasang Badan dan Minta Maaf ke Ninik Mamak
Mendampingi sang konten kreator, Ketua PBK Hardianto Manik menegaskan posisi organisasi yang dipimpinnya untuk ikut bertanggung jawab secara moral atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Atas nama keluarga besar masyarakat Batak di Kuansing, Hardianto menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada para pemangku adat (ninik mamak), tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kabupaten Kuansing.
“Saya Ketua Persatuan Batak Kabupaten Kuansing mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya buat pemuka agama, tokoh masyarakat, dan ninik mamak Kabupaten Kuansing. Ada saudara kami yang baru kali ini datang melihat Pacu Jalur dan karena kebanggaannya meminta naik ke perahu,” jelas Hardianto Manik.
Komitmen Pembinaan Warga Pendatang
Guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, pihak PBK berjanji akan memperketat pengawasan dan memberikan edukasi sosial bagi warga rantaun maupun tamu pendatang dari luar daerah.
Hardianto menegaskan pentingnya prinsip di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung bagi siapa saja yang berkunjung atau menetap di Kuantan Singingi.
“Untuk hari-hari berikutnya, kejadian seperti ini kami pastikan tidak akan terulang kembali. Kami akan mengontrol seluruh warga maupun masyarakat Batak yang datang dari luar daerah agar selalu menghormati adat istiadat setempat,” tegas Hardianto menutup permohonan maafnya.
Melalui klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka ini, pihak PBK dan sang konten kreator berharap suasana kondusif, semangat persaudaraan, serta kelancaran pesta rakyat Pacu Jalur di Kabupaten Kuansing tetap terjaga dengan baik.
Eksplorasi konten lain dari Hitam Putih News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






