ROKAN HILIR – Pembangunan Jembatan Garuda di Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, terus berlanjut dengan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Pada Minggu (17/5/2026), personel Koramil 0321-06/Tanjung Medan bersama warga melaksanakan pemasangan besi angker pada lubang pondasi belakang serta pemasangan mal pondasi jembatan.
Kegiatan pembangunan tersebut melibatkan dua personel TNI dan delapan orang masyarakat yang turut membantu proses pengerjaan di lapangan.
Hingga saat ini, progres pembangunan Jembatan Garuda masih berada pada tahap awal dengan capaian pekerjaan sekitar 10 persen.
Untuk agenda pekerjaan berikutnya, tim pembangunan direncanakan melanjutkan proses perakitan mal besi pondasi sebagai bagian dari konstruksi dasar jembatan.
Danramil 0321-06/Tanjung Medan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama masyarakat dalam mendukung akses transportasi warga di wilayah pedalaman.
“Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat terus terjalin selama proses pembangunan. Meski menghadapi kendala akses dan distribusi material, pekerjaan tetap berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Kapten Arh Yulisman.
Ia menjelaskan, akses menuju lokasi pembangunan masih menjadi tantangan utama karena hanya dapat ditempuh melalui jalur air menggunakan boat dengan estimasi perjalanan sekitar tiga hingga empat jam.
Selain itu, distribusi material bangunan juga seluruhnya dilakukan melalui jalur sungai sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
Kendala teknis lainnya yakni adanya perubahan lubang pondasi tepi berdasarkan arahan teknisi dari Zidam sehingga membutuhkan penyesuaian pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, pembangunan tetap berjalan kondusif berkat kerja sama dan dukungan masyarakat sekitar.
Jembatan Garuda tersebut nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kepenghuluan Air Hitam dan wilayah sekitarnya.





