Lombok Tengah (NTB)- Lagi-lagi ES oknum Direktur PT. Naraya Proverty yang menjadi pengembang Perumahan Araya Village yang berlokasi di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah NTB berulah kembali seolah memperlihatkan tidak adanya niat baik untuk menyelesaikan permasalahan yang hampir mau 5 tahun pemilik lahan menunggu pembayaran tanahnya.
Setelah melakukan fitnah dan intimidasi pemilik tanah yang melakukan penutupan akses jalan masuk ke perumahan tersebut, ES juga membuka jalan tersebut secara sembunyi-sembunyi tanpa ijin pemilik lahan tanpa ada kejelasan penyelesaian, Selasa,(31/12)
Pihak pemerintah desa Labulia saat dihubungi awak media, melalui sekdesnya mengatakan bahwa pihak pemdes Labulia tidak mengetahui kejadian ini karena belum ada konfirmasi dari pihak developer.
“Mereka pernah datang ke kami, minta dibukakan tapi karena kami tahu persis permasalahannya, pihak pemerintah desa menyarankan agar diselesaikan dulu dengan pemilik lahan,”kata Sekdes, Selasa, (31/12)
Pemilik lahan pada awak media mengatakan bahwa dengan cara ini ES memang benar-benar tidak menunjukkan adanya niat baiknya untuk menyelesaikan masalahnya selama ini.
“Terlihat sekali tidak ada niat baik dari oknum developer ES ini. Setelah dia sebar fitnah kemana-mana bahkan di kantor desa Labulia, dia juga mengintimidasi kami untuk dilaporkan polisi,”katanya
“Penutupan ini juga kami lakukan bersama warga perumahan yang mau tinggal dengan aman dan nyaman, termasuk yang hadir saat ditutup adalah aparat desa seperti RT, Kadus bahkan Babinkamtib,” ujarnya.
“Lagi pula sederhana yang kami minta, silahkan dia selesaikan pembayarannya, maka silahkan jalan dibuka. Ini kan dia buka sepihak tanpa sepengetahuan kami pemilik lahan bahkan aparat desa setempat dia berani lecehkan, tanpa melakukan konfirmasi, padahal kita melakukan penutupan dengan melibatkan mereka,”pungkasnya.
Salah seorang warga perumahan Araya Village yang namanya tidak mau diberitakan, mengatakan,”Kami akan tetap menolak pembukaan jalan ini apalagi tanpa sepengetahuan pemilik lahan dan aparat desa, dan kami menuntut kepada pihak developer untuk segera selesaikan dulu dengan pemilik lahan akses jalan ini. Untuk apa kami dibukakan kalau ujung-ujungnya kami akan tetap tidak nyaman. Apalagi caranya kami anggap tidak resmi karena tanpa ada pemilik dan aparat desa di sana. Intinya tidak apa-apa jangan dibuka kalau belum diselesaikan dengan baik, soalnya kami butuh kenyamanan seterusnya,”ungkapnya
Terkait dengan kasus ini ES ketika dihubungi via WhatsApp ponselnya, WhatsApp nya tidak aktif bahkan di telpon juga tidak aktif.





