ROKAN HILIR – Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli Palika (APMPP) Rokan Hilir melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan dan aset Desa Kepenghuluan Panipahan Darat ke Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir.
Laporan pengaduan tersebut disampaikan pada 13 Maret 2026 dan memuat sejumlah dugaan penyimpangan penggunaan anggaran desa, mulai dari proyek fisik hingga pengelolaan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ketua APMPP Rokan Hilir, Riady, membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan pengaduan itu disampaikan berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan perangkat desa terkait dugaan pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan.
“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir segera melakukan pemeriksaan dan audit secara menyeluruh terkait dugaan penyimpangan anggaran desa tersebut,” kata Riady kepada HitamPutih News.
Dalam laporan itu, APMPP Rohil menyoroti dugaan tidak terealisasinya proyek renovasi kantor desa yang disebut telah dianggarkan pada tahun 2025.
Menurut Riady, proyek tersebut dilaporkan selesai secara administrasi, namun diduga tidak ditemukan pekerjaan fisik di lapangan.
Selain itu, APMPP juga menyoroti dugaan pengelolaan hasil sewa aset BUMDes berupa tenda yang disebut tidak masuk ke kas resmi desa.
Riady menyebut hasil penyewaan aset desa tersebut diduga dikelola secara pribadi dan tidak tercatat dalam administrasi keuangan desa.
Tak hanya itu, APMPP Rohil turut menyoroti dugaan pembangunan Posyandu dengan nilai anggaran sekitar Rp200 juta yang disebut belum terlihat realisasinya di lapangan.
“Atas sejumlah dugaan tersebut, kami meminta dilakukan audit terbuka dan apabila ditemukan pelanggaran, maka aparat penegak hukum harus segera menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Riady.
Ia juga meminta seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara transparan agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan laporan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Datuk Penghulu Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi dan dikonfirmasi oleh media ini terkait laporan dugaan penyimpangan tersebut.





