Kasus Malaria di Rohil Tembus 2.284, Sinaboi Jadi Wilayah dengan Angka Tertinggi

Malaria Juice
Ilustrasi gambar.

ROKAN HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mencatat sebanyak 2.284 kasus malaria hingga 27 Juli 2026. Kecamatan Sinaboi menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 963 kasus sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir, Ners Afirda S.Kep., SKM, mengatakan penambahan kasus masih terjadi hampir setiap hari sehingga penanganan penyakit tersebut memerlukan dukungan berbagai pihak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan malaria harus melibatkan lintas sektor. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan tim CDC Amerika Serikat untuk menyusun langkah penanggulangan yang lebih efektif,” kata Afirda di Bagansiapiapi, Jumat (31/7). dilansir iniriau.com

Menurut dia, tingginya kasus malaria di Rokan Hilir dipengaruhi kondisi geografis wilayah yang didominasi kawasan pesisir, rawa, dan genangan air yang menjadi habitat berkembang biaknya nyamuk Anopheles, vektor penyebab malaria.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sejak 2024 telah beberapa kali menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria sebagai upaya mempercepat penanganan. Penetapan terakhir dilakukan pada 16 Juli 2026 dan merupakan KLB ke-12 menyusul masih tingginya penyebaran kasus di sejumlah kecamatan.

Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya pengendalian, antara lain surveilans, penemuan dan pengobatan kasus, edukasi masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Bacaan Lainnya

Afirda berharap dukungan pemerintah daerah, DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), serta partisipasi aktif masyarakat dapat terus diperkuat melalui pengendalian lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, penggunaan langkah-langkah pencegahan gigitan nyamuk, dan percepatan penanganan pasien.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting agar penyebaran malaria di Kabupaten Rokan Hilir dapat segera dikendalikan dan angka kasus terus menurun.

Pos terkait