Pelaku Pembacokan di Muara Langsat Ditangkap, Polisi Dalami Motif di Balik Konflik Lahan 80 Hektare

IMG 20260907 WA0018
Pelaku Pembacokan di Muara Langsat Ditangkap, Polisi Dalami Motif di Balik Konflik Lahan 80 Hektare

KUANTAN SINGINGI — Kasus penyerangan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, mulai menemukan titik terang. Polisi memastikan pelaku dalam insiden berdarah yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) telah ditangkap dan kini menjalani pemeriksaan.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, SH, SIK, MH, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku telah diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku telah ditangkap dan saat ini ditahan di kantor polisi untuk proses lebih lanjut,” ujar AKBP Hidayat Perdana kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Penangkapan tersebut menjadi perkembangan penting dalam kasus yang sebelumnya menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Polisi kini masih mendalami kronologi penyerangan, termasuk motif serta peran masing-masing pihak yang terlibat dalam bentrokan.

Insiden itu terjadi di tengah konflik pengelolaan lahan perkebunan sawit seluas sekitar 80 hektare yang telah lama menjadi objek perselisihan antara dua kelompok warga di Desa Muara Langsat.

Dalam bentrokan tersebut, salah seorang korban bernama Martin dilaporkan mengalami luka serius. Ia disebut mengalami cedera pada bagian lengan setelah terlibat dalam insiden kekerasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebelum pelaku ditangkap, informasi mengenai siapa yang melakukan penyerangan dan siapa yang menjadi sasaran masih belum sepenuhnya terungkap. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

Barang bukti yang telah diamankan antara lain satu balok kayu, sebilah parang, satu pipa besi, serta tiga petasan. Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.

Pengamanan juga sebelumnya dilakukan personel kepolisian di sejumlah titik yang dianggap rawan. Di antaranya barak milik pihak berinisial JN serta mess Ketua Kelompok 80 di Desa Muara Langsat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan sekaligus memberikan ruang bagi aparat untuk mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian karena bentrokan terjadi hanya sehari setelah kedua kelompok yang berselisih disebut telah mencapai kesepakatan damai yang difasilitasi kepolisian.

Dengan telah ditangkapnya pelaku, polisi kini memiliki ruang lebih luas untuk mengusut secara menyeluruh latar belakang penyerangan serta memastikan apakah insiden tersebut berkaitan langsung dengan konflik pengelolaan lahan 80 hektare yang selama ini menjadi sumber perselisihan.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi serta menentukan langkah hukum selanjutnya.


Eksplorasi konten lain dari Hitam Putih News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Pos terkait