Kapolres Rohil Inisiasi Rakor Karhutla Hadapi Ancaman El Nino 2026

Kapolres Isa Imam Syahroni memimpin rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan bersama Forkopimda di Bagansiapiapi. (Istimewa)

ROKAN HILIR – Kapolres Isa Imam Syahroni menginisiasi rapat koordinasi daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait dalam rangka antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menghadapi fenomena El Niño tahun 2026 di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Rabu (8/4) pukul 10.00 WIB di Ruang Pertemuan Wakil Bupati Rohil, Komplek Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Rohil Jhony Charles, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, para camat, lurah dan penghulu, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Wakil Bupati Rohil Jhony Charles dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menaruh perhatian serius terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang diprediksi meningkat akibat musim kemarau panjang tahun ini.

“Menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026, seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa harus meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini dan tidak menunggu kejadian,” ujar Jhony Charles.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku pembakaran lahan guna memberikan efek jera.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam upaya pencegahan karhutla sejak dini.

“Menghadapi perubahan iklim El Nino 2026, diperlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah, TNI-Polri serta dunia usaha untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dini,” kata Kapolres.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Kubu, Kubu Babussalam dan Bangko Pusako menjadi daerah dengan jumlah titik api terbanyak pada tahun 2025 sehingga perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya pencegahan tahun ini.

Kapolres juga menginstruksikan kepada seluruh camat, kapolsek dan penghulu agar melakukan pendataan terhadap lahan kosong dan terbengkalai sebagai langkah deteksi dini potensi kebakaran.

“Setiap laporan kejadian harus ditindaklanjuti secara cepat dan tepat agar api tidak meluas dan dapat segera dikendalikan,” ujarnya.

Selain itu, unsur TNI melalui jajaran Kodim 0321/Rohil yang diwakili Pasi Ops menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi bersama seluruh pihak dalam mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Pihak BPBD Kabupaten Rokan Hilir dalam pemaparannya menyebutkan bahwa sebanyak 14 dari 18 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir termasuk dalam kategori wilayah rawan karhutla sehingga memerlukan perhatian serius dan langkah antisipasi terpadu.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kesimpulan penting, di antaranya peningkatan patroli terpadu di wilayah rawan, pembangunan embung dan sekat kanal pada lahan gambut, serta penguatan edukasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, seluruh pihak juga sepakat memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pengawasan hotspot dan penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.

Pos terkait