Aksi Mahasiswa dan Pemuda Rohil Memanas, Desak Pencopotan Kapolres

Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Rokan Hilir, Kecamatan Tanah Putih, Jumat (17/4/2026), menyampaikan tuntutan terkait penegakan hukum di wilayah tersebut. (MH)

ROKAN HILIR – Puluhan mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Rokan Hilir menggelar aksi demonstrasi dengan mengusung tema “Rapor Merah Kapolres Rohil” di depan Kantor Polres Rokan Hilir, Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Jumat (17/4/2026).

Aksi tersebut diikuti sekitar 30 orang massa yang menyampaikan protes terhadap penegakan hukum di wilayah tersebut, khususnya terkait peredaran narkoba, hiburan malam, serta praktik perjudian yang dinilai meresahkan masyarakat.

Dalam orasinya, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Rokan Hilir, Eka Rahayu Wijaya Pratama, selaku Koordinator Lapangan I, menyampaikan kritik terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah itu.

“Jika Kapolres tidak dicopot, kami siap mendukung Polri di bawah Mendagri dan Kapolri untuk beralih profesi menjadi petani. Ini bentuk kekecewaan kami terhadap kondisi hukum di Rohil,” ujarnya dalam orasi.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Gerakan Pemuda Melayu Rokan Hilir, Fani Pratama, selaku Koordinator Lapangan II, yang menilai lemahnya penindakan hukum telah berdampak pada rasa aman masyarakat.

Aksi tersebut juga dikomandoi oleh Jenderal Lapangan I Ayatullah M. Faisal dan Jenderal Lapangan II Adam Rahmansyah.

Bacaan Lainnya

Ketidakhadiran Kapolres Rokan Hilir dalam aksi tersebut memicu kekecewaan massa. Situasi sempat memanas hingga akhirnya Wakapolres Rokan Hilir Rikky Operiady turun langsung menjumpai massa untuk meredam ketegangan.

Lima Poin Tuntutan Massa

Dalam orasi yang disampaikan di hadapan aparat kepolisian, mahasiswa dan pemuda menyampaikan lima poin utama yang menjadi dasar tuntutan mereka, yakni:

  1. Lemahnya pengawasan yang dinilai membuat aktivitas ilegal seperti narkoba, hiburan malam, dan perjudian berkembang.
  2. Menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
  3. Lemahnya pembinaan internal yang dikaitkan dengan insiden terhadap personel.
  4. Buruknya pengelolaan fasilitas keamanan, termasuk peristiwa kaburnya tahanan.
  5. Kondisi keamanan yang dinilai berdampak pada pembangunan dan investasi daerah.

Setelah massa bertahan hingga malam hari, Wakapolres Rokan Hilir kembali menemui para demonstran untuk melakukan mediasi sekitar pukul 19.45 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa secara resmi menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak kepolisian melalui Wakapolres sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Massa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan yang terakhir. Mereka menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dalam waktu 3×24 jam.

Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor Polres Rokan Hilir dilaporkan tetap dalam kondisi aman dan terkendali di bawah pengamanan aparat kepolisian.

Pos terkait