Audiensi Konflik Antar Nelayan di Rohil Memanas, Saling Tuding Warnai Pertemuan

Audiensi Konflik Antar Nelayan di Rohil Memanas, Saling Tuding Warnai Pertemuan
Audiensi Konflik Antar Nelayan di Rohil Memanas, Saling Tuding Warnai Pertemuan

Bagansiapiapi – Audiensi penyelesaian konflik antara nelayan Kecamatan Sinaboi dan Bagansiapiapi yang digelar di Aula Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada Jumat (13/6/2025), berlangsung tegang dan sempat memanas.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir ini turut dihadiri Wakil Bupati Rohil, Kepala Dinas Perikanan, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, Pj. Penghulu Sungai Bakau, Penghulu Sinaboi, serta kelompok nelayan dari kedua wilayah yang berselisih.

Ketegangan terjadi saat sesi dialog dibuka. Adu argumen dan aksi saling tunjuk antar peserta audiensi sempat mewarnai suasana forum, hingga salah satu nelayan menuding Datuk Penghulu Sinaboi telah mengizinkan aktivitas tambak kerang dan menjual wilayah pantai di kepenghuluannya.

“Saya tidak pernah memperjualbelikan pantai itu. Soal mereka ingin berbudidaya kerang di sana, saya tidak punya wewenang untuk melarang atau menyuruh. Apalagi sampai menjualnya,” tegas Rafika, Penghulu Sinaboi, membantah tudingan tersebut.

Konflik antar nelayan ini dipicu oleh perbedaan jenis alat tangkap yang digunakan dalam mengambil kerang di perairan Kecamatan Sinaboi. Hal ini menimbulkan gesekan di lapangan karena dianggap saling merugikan.

Meskipun berlangsung panas, audiensi akhirnya menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Salah satunya adalah rencana menggelar pertemuan lanjutan yang akan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau.

Bacaan Lainnya

“Rapat lanjutan akan digelar di Kantor Camat Sinaboi pada hari Selasa, 17 Juni 2025,” kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Rohil, Helpi Syahputra, S.Pi.

Helpi menegaskan, pihaknya hanya memiliki kewenangan terbatas dalam menangani konflik tersebut dan sebatas memfasilitasi pertemuan.

“Kami hanya memfasilitasi audiensi ini. Wewenang kami dalam menyelesaikan persoalan ini sangat terbatas,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sinaboi, Syamsu Kamar, menyambut baik rencana pertemuan lanjutan sebagai langkah menuju penyelesaian konflik.

“Kami siap memfasilitasi pertemuan antar nelayan, Pemkab Rohil, dan DKP Riau. Kami berharap konflik ini segera selesai agar para nelayan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.(Riki)

Pos terkait