Marah-Marah dan Ngaku Pemilik Jalan, Pria Ini Teror Akses Wisma Megagoh!

ROKAN HILIR – Salah satu akses jalan menuju Wisma Megagoh di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, mendadak ditutup oleh seorang pria berinisial AC yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

 

Penutupan jalan ini sempat membuat resah masyarakat dan para tamu wisma, terlebih karena pelaku bersikap arogan dan mengklaim bahwa jalan tersebut adalah miliknya pribadi.

 

“Semalam gak bisa balik ke kamar lewat jalan ini, ada papan kayu melintang. Terpaksa muter lewat jalan lain,” kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (5/7/2025).

Sumber tersebut juga mengaku mendapat perlakuan kasar dari AC. Saat mencoba melintas, ia dihadang dengan nada tinggi yang terkesan mengancam. AC bahkan menyatakan bahwa jalan tersebut dibangun secara pribadi dan bukan untuk umum.

 

“Dia marah-marah gak jelas, nadanya mengancam. Saya muter balik karena takut. Dia bilang jalan itu bukan jalan umum, dia yang bangun,” lanjut sumber tersebut.

 

Sementara itu, Lurah Bagan Barat, Rina, S.Pd., Ketika dikomfirmasi dirinya mengakui bahwa persoalan penutupan akses jalan Wisma Megagoh sudah masuk ke dalam pantauan pihak kelurahan.

 

“Kami sudah menghubungi Ketua RT, namun beliau sedang ada urusan di luar kota. Insya Allah hari Senin besok masalah ini kita selesaikan bersama,” ujar Rina di Kutip dalam mediapesisirnews.com

 

Rina menambahkan bahwa penyelesaian akan dilakukan secara partisipatif, melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk Ketua RT, tokoh warga, dan pihak-pihak yang dianggap perlu untuk hadir dalam mediasi.

 

Untuk diketahui, Menutup jalan umum secara sepihak tanpa izin merupakan pelanggaran hukum. Tindakan semacam ini dapat dikenakan sanksi administratif dan pidana, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Jika terbukti menimbulkan bahaya atau mengganggu keselamatan umum, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 192 ayat (1) KUHP, yang menyebutkan ancaman pidana hingga 9 tahun penjara bagi pelaku yang membahayakan keselamatan lalu lintas atau masyarakat secara umum.

Pos terkait