Diduga Langgar SOP Pengangkutan Limbah, PT Batang Pane Agro Tunggal Disorot

Diduga Langgar SOP Pengangkutan Limbah, PT Batang Pane Agro Tunggal Disorot
Diduga Langgar SOP Pengangkutan Limbah, PT Batang Pane Agro Tunggal Disorot

KUANTAN SINGINGI  — Dugaan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja dalam pengangkutan limbah oleh PT Batang Pane Agro Tunggal (BPAT) menjadi sorotan publik. Perusahaan pengelola limbah tersebut diduga menggunakan alat dan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis saat melakukan pembersihan kolam limbah.

Proses penyedotan limbah jenis minyak kotor (MIKO) disebut dilakukan secara terbuka menggunakan alat sedot bermesin dan mobil tangki tanpa label maupun standar keamanan yang layak. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Karang Taruna Benai, Ahmad Fathony.

Dari data yang kita himpun, limbah disedot menggunakan peralatan tak standar dan tanpa perlindungan. Mobil tangki yang digunakan pun tidak dilengkapi penanda sebagai kendaraan pengangkut limbah berbahaya,” ujar Ahmad, Kamis (30/5).

Lebih jauh, Ahmad juga menyoroti minimnya penerapan aspek keselamatan kerja di lapangan. Para petugas diketahui tidak dibekali alat pelindung diri (APD) dan tidak mengikuti prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Pengangkutan limbah tersebut, lanjut Ahmad, mulai dilakukan sejak masa transisi kepemilikan dari PT Duta Palma Nusantara ke PT BPAT. Namun hingga kini, menurutnya, tidak ada informasi terbuka dari perusahaan kepada masyarakat mengenai aktivitas tersebut.

Kami tanya ke pihak pengelola, limbah itu dibawa ke sebuah gudang di wilayah Dumai. Tapi apakah proses dan rutenya sesuai aturan? Ini yang patut dipertanyakan karena berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Ahmad mendesak pihak-pihak berwenang segera melakukan inspeksi dan verifikasi langsung ke lokasi. Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pengangkutan limbah yang dilakukan perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur PT BPAT Jensen Lim belum memberikan tanggapan terkait dugaan pelanggaran SOP tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan media juga belum membuahkan hasil.

Pos terkait