KUANTAN SINGINGI – Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) makin meresahkan. Satu unit alat berat merek SANNY terekam nekat beroperasi di siang bolong di Desa Koto Kari, wilayah Merbau, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing.
Tak hanya merusak alam, kegiatan ini juga mengancam keselamatan warga. Bukit yang dulunya hijau kini berubah jadi danau akibat terus dikikis alat berat.
“Awalnya ini perbukitan, sekarang sudah jadi danau. Dikeruk terus pakai alat berat” ujar seorang warga kepada wartawan, Minggu (20/7/2025) siang.
Lebih mengkhawatirkan, lokasi galian berada sangat dekat dengan jalan umum. Akibatnya, kondisi badan jalan kini nyaris amblas dan membahayakan pengendara.
“Kalau dibiarkan, habis jalan ini. Kami minta pihak kepolisian turun tangan, tangkap pelakunya dan pemilik alat berat,” tegas warga tersebut.
Menurut informasi yang diterima, alat berat itu milik seseorang berinisial PRM, dan disewa oleh pelaku berinisial IS. Mereka disebut beroperasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan maupun keselamatan sekitar.
“Yang Punya alat berat berinisial PRM, yang nyewa IS. Mereka kerja siang hari, nggak peduli jalan dekat banget dari lokasi kerukan,” bebernya.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat sebelum kerusakan makin parah.
“Ini jelas-jelas ilegal. Harus ditindak tegas. Jangan tunggu sampai jalan benar-benar putus,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait aktivitas tambang ilegal tersebut.





