Huawei Kejar 100.000 Aplikasi Baru untuk HarmonyOS, Wujudkan Kemandirian Ekosistem

Ilustrasi ekosistem Huawei

Hitam Putih Teknologi – Huawei, raksasa teknologi asal Tiongkok, tengah mengincar target ambisius: menambah 100.000 aplikasi baru untuk sistem operasi HarmonyOS dalam beberapa bulan mendatang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mencapai kemandirian sebagai ekosistem teknologi, terutama setelah masuk dalam daftar blacklist Amerika Serikat.

Saat ini, HarmonyOS telah memiliki lebih dari 15.000 aplikasi yang mampu memenuhi kebutuhan dasar konsumen. Namun, Huawei menilai bahwa angka tersebut masih jauh dari cukup untuk membangun ekosistem yang matang dan kompetitif.

“Kami telah menganalisis kebutuhan konsumen, dan kami menemukan bahwa untuk menciptakan ekosistem yang matang, dibutuhkan setidaknya 100.000 aplikasi. Target ini menjadi fokus utama kami dalam enam hingga 12 bulan ke depan,” ujar Xu Zhijun, Ketua Huawei, dalam sebuah pidato yang dipublikasikan melalui aplikasi perpesanan WeChat, seperti dikutip oleh Reuters, Senin (25/11/2024).

Membangun Teknologi Mandiri di Tengah Ketegangan Global

Target besar ini mencerminkan urgensi Huawei dalam memperkuat teknologi lokal, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Ketegangan yang merambah berbagai sektor, termasuk perdagangan dan teknologi, diperparah dengan ancaman Presiden terpilih Donald Trump yang berencana mengambil sikap lebih keras terhadap Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Sistem operasi HarmonyOS pertama kali diperkenalkan lima tahun lalu sebagai respons terhadap sanksi AS yang memutus akses Huawei dari dukungan Android Google. Sebagai solusi, Huawei mengembangkan versi sumber terbuka dari HarmonyOS yang kini menjadi inti dari upaya mereka membangun ekosistem teknologi yang mandiri.

“Karena tekanan dari sanksi AS, kami harus mempercepat pengembangan sistem operasi kami sendiri. Meski kemajuan telah banyak dicapai, sebuah sistem operasi tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada yang menggunakannya,” ungkap Xu.

HarmonyOS Kian Populer

Laporan terbaru dari Counterpoint menunjukkan adanya pergeseran dalam pangsa pasar sistem operasi smartphone secara global. Android dan iOS masing-masing mengalami penurunan sebesar 1%, sementara HarmonyOS berhasil menggandakan pangsa pasarnya dari 2% menjadi 4% pada kuartal pertama 2024.

Meskipun Android masih memimpin dengan pangsa pasar global sebesar 77%, diikuti iOS dengan 19%, HarmonyOS mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama di pasar Tiongkok. Di negara asalnya, pangsa pasar HarmonyOS melonjak menjadi 17% pada Q1 2024, naik dari 8% di periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini bahkan membuat HarmonyOS untuk pertama kalinya melampaui iOS di Tiongkok. Produk-produk unggulan Huawei yang mendukung sistem operasi ini mendapatkan sambutan hangat dari konsumen lokal, dengan tingkat adopsi 5G pada perangkat HarmonyOS mencapai 50% pada Q1 2024, meningkat tajam dibandingkan hanya 9% di Q1 2023.

Keberhasilan HarmonyOS di pasar domestik tak lepas dari strategi Huawei yang menitikberatkan pada lokalisasi rantai pasokan. Dengan fokus ini, Huawei berharap pangsa pasar HarmonyOS akan terus meningkat, tidak hanya di Tiongkok tetapi juga secara global.

Ambisi Huawei dalam membangun ekosistem HarmonyOS yang mandiri menegaskan komitmen mereka untuk bersaing di kancah teknologi dunia, sekaligus menunjukkan peran penting teknologi dalam menghadapi tantangan geopolitik.

Pos terkait