ROKAN HILIR – Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga melakukan pemadaman serta pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kepenghuluan Sungai Pinang, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (25/3).
Kegiatan pemadaman dan pendinginan tersebut merupakan lanjutan hari kedua dalam upaya penanggulangan kebakaran lahan yang terjadi di wilayah tersebut.
Anggota Koramil 0321-06/Tanjung Medan bersama tim gabungan mulai melakukan pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 11.00 WIB di titik kebakaran yang berada pada koordinat N 1°23’37,14″ dan E 100°38’57,17″.
Danramil 0321-06/Tanjung Medan mengatakan pihaknya bersama tim gabungan terus berupaya memadamkan api serta melakukan pendinginan guna mencegah kebakaran meluas ke area lain.
“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik api dan asap untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar,” ujar Danramil 0321-06/TM.
Ia menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan lahan tanah mineral yang ditumbuhi semak belukar dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai sekitar enam hektare.
“Dari total luas lahan terbakar sekitar enam hektare, diperkirakan sekitar tiga hektare telah berhasil dipadamkan, sementara sisanya masih dalam proses penanganan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 32 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari empat personel TNI, 15 personel Polri, delapan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta lima warga setempat.
Selain itu, tim gabungan juga didukung sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya 13 unit kendaraan roda dua, tiga unit kendaraan roda empat, dua unit mesin pompa air, satu unit mesin mini striker, serta perlengkapan selang dan nozel pemadam.
Meski menghadapi hambatan berupa cuaca panas dan angin yang bertiup cukup kencang, tim gabungan tetap berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.
Hingga saat ini, titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, namun masih ditemukan titik asap sehingga proses pendinginan akan terus dilanjutkan guna memastikan api tidak kembali menyala.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian Sektor Pujud.





