ROKAN HILIR – Pelantikan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir yang digelar di Aula Misran Rais, Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, pada Selasa (13/8/2025), menyisakan persoalan yang berpotensi mencoreng citra organisasi.
Manajemen Hotel Lion, yang menjadi tempat menginap sebagian pengurus dan tamu undangan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sejumlah kamar yang digunakan dalam rangka pelantikan belum dibayarkan oleh pihak HNSI.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak manajemen membenarkan informasi tersebut.
“Benar pak, beberapa kamar belum dibayarkan atas nama HNSI,” tulis Manajemen Hotel Lion.
Sementara itu, Ketua HNSI Rokan Hilir versi Munas Bogor, Rivi Candra, memberikan klarifikasi.
“Izin pak, sabar dulu. Saya pergi ke Pekanbaru mau mengambil SK pelantikan semalam. Uang dari hotel, paling lambat seminggu ini sudah selesai semuanya,” tulis Rivi melalui pesan WhatsApp.
Rivi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap membayar sejumlah tunggakan tersebut.
“Saya orang komitmen,” tegasnya.
Meski sudah ada janji pelunasan, keterlambatan pembayaran ini dikhawatirkan dapat memperburuk citra organisasi nelayan yang baru saja dilantik.
Diketahui, HNSI Kabupaten Rokan Hilir yang dilantik pada Selasa malam di Aula Misran Rais merupakan HNSI versi Munas Bogor yang diketuai oleh Rivi Candra. Versi ini menjadi tandingan dari HNSI hasil Munas Bali yang diketuai oleh Jaswadi. Dualisme kepengurusan ini menjadi tamparan bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam menentukan legitimasi organisasi nelayan di Negeri Seribu Kubah.





