Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Wahyu Yudhayana, menyoroti pentingnya keterlibatan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban di area perkebunan kelapa sawit.
Menurutnya, langkah ini esensial guna mencegah aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara. Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada awak media melalui pesan singkat pada Selasa (31/12/2024).
Dilansir Hitam Putih News dari infosawit.com, Brigjen Wahyu menjelaskan bahwa perlindungan terhadap aset negara, termasuk perkebunan kelapa sawit, telah diatur dalam Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004. Dalam konteks Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI memiliki kewajiban untuk mendukung Polri dan membantu pemerintah dalam mengamankan sektor-sektor strategis.
Lebih lanjut, Brigjen Wahyu memaparkan tiga alasan utama mengapa kehadiran TNI di perkebunan kelapa sawit menjadi krusial.
1. Menjaga Keamanan Nasional
Keamanan di sekitar kebun kelapa sawit sangat berkaitan dengan stabilitas nasional. Jika perkebunan ini menjadi sasaran konflik agraria, pencurian skala besar, atau bahkan ancaman separatis, keterlibatan TNI dalam pengamanan menjadi hal yang sah dan diperlukan.
2. Melindungi Aset Negara
Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, pengamanan terhadap perkebunan sawit merupakan bentuk perlindungan terhadap sumber daya strategis negara.
3. Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
TNI juga memiliki tugas dalam membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi mengancam stabilitas wilayah. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menjaga infrastruktur ekonomi penting, termasuk perkebunan kelapa sawit.
Brigjen Wahyu menegaskan bahwa segala tindakan yang diambil oleh TNI akan selalu berada dalam koridor hukum dan bertujuan untuk kepentingan nasional secara luas. “Kami tidak berpihak kepada siapa pun, kecuali kepada kepentingan negara,” ujarnya.
Presiden RI, Prabowo Subianto, juga telah menekankan pentingnya menjaga perkebunan kelapa sawit sebagai aset strategis bangsa. Dalam pidatonya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN 2025-2029 yang digelar di Bappenas RI, Senin (30/12/2024), Prabowo menyebutkan bahwa kelapa sawit memiliki nilai tinggi di pasar global dan harus dijaga dengan baik.
“Bayangkan nilai dan potensi besar kelapa sawit bagi bangsa ini. Oleh karena itu, saya meminta kepada para bupati, gubernur, serta aparat TNI dan Polri untuk menjaga perkebunan kelapa sawit kita. Ini adalah aset negara,” tegas Presiden Prabowo.
Dengan berbagai tantangan yang mengancam sektor perkebunan kelapa sawit, peran aktif TNI dan Polri dalam menjaga keamanannya menjadi langkah strategis demi kepentingan nasional.





