Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Marak di Singingi Hilir, Warga Pertanyakan Kinerja Aparat

Aktivitas Tambang Kembali Marak di Singingi Hilir, Warga Pertanyakan Kinerja Aparat

Kuantan Singingi – Aktivitas tambang emas ilegal kembali marak di Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Meski sempat terhenti, operasi tambang ilegal yang diduga dimiliki oleh AE, warga Desa Petai, kembali beroperasi dengan menggunakan alat berat, membuat masyarakat resah.

Informasi yang diterima menyebutkan, AE yang merupakan warga lokal, tetap nekat beroperasi meski sudah sering diberitakan oleh sejumlah media online.

Kegiatan penambangan yang menggunakan alat berat tersebut dinilai merusak lingkungan sekitar, namun belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Hal ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, terkait ketegasan aparat penegak hukum dalam menindak aktivitas tambang emas ilegal (PETI).

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa saat ini AE mengoperasikan 5 unit alat berat untuk melakukan penambangan.

Ada 5 unit alat berat milik AE yang beroperasi mengupas lahan di lokasi PETI, 3 unit di Desa Sungai Paku dan 2 unit di KPA Desa Petai, sama-sama di Kecamatan Singingi Hilir,” ungkapnya, Senin (22/10/2024).

Yang lebih memprihatinkan, meskipun aktivitas tambang ini sudah berlangsung lama, warga menyebut Polsek Singingi Hilir seolah menutup mata dan tidak melakukan tindakan apapun. “Sangat tidak mungkin kalau Polisi tidak tahu, mereka pura-pura tidak tahu saja,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Warga berharap agar kepolisian daerah (Polda) dapat segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja Polsek setempat. Mereka meminta tindakan tegas dilakukan terhadap AE dan pelaku tambang lainnya yang merusak lingkungan.

Kami berharap Bapak Kapolda segera mengevaluasi kinerja Polsek Singingi Hilir. Kalau mereka tidak bisa bertindak, semoga Polda segera memberi perhatian khusus agar AE segera ditangkap dan aktivitas tambang ilegal ini dihentikan,” harap warga.

Aktivitas tambang emas ilegal telah lama menjadi masalah di wilayah Singingi Hilir dan sekitarnya, yang kerap berujung pada kerusakan lingkungan. Meski demikian, belum ada langkah tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan kegiatan ini secara menyeluruh.

Masyarakat sekitar kini menunggu tindakan nyata dari aparat penegak hukum demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak yang lebih buruk akibat tambang emas ilegal tersebut.

(Adra)

Pos terkait