Riau – LSM GUSSUR PROVINSI RIAU Angkat Bicara Tentang Matinya Keadilan pendidikan di Pekanbaru bukan soal sekolah favorit atau tidak, tetapi apakah semua anak—tanpa kecuali—punya akses yang setara untuk diterima di sekolah negeri tanpa diskriminasi.”
“Anak dari keluarga miskin di pinggiran kota Pekanbaru seharusnya memiliki peluang yang sama untuk masuk sekolah negeri, seperti halnya anak dari keluarga pejabat.”
“Kita tidak bisa bicara soal kemajuan daerah jika akses pendidikan masih dikuasai oleh segelintir pihak melalui jalur titipan dan manipulasi data zonasi.
Kritik KETUA LSM GUSSUR PROVINSI RIAU Terhadap Ketimpangan SPMB
“Ketika jalur zonasi dipangkas dan digantikan dengan jalur-jalur manipulatif, maka keadilan pendidikan di Pekanbaru hanyalah tameng untuk menutupi ketimpangan yang sistemik.”
“Setiap kursi yang diberikan melalui jalur tidak resmi di SMA favorit adalah bentuk perampasan hak anak lain yang seharusnya lolos secara sah.”
“Kota Pekanbaru harus malu jika praktik titip-menitip di sekolah negeri dibiarkan tanpa sanksi, karena itu mencederai semangat reformasi pendidikan.” Ujar Harisal Aulia Selaku Ketua LSM GUSSUR PROVINSI RIAU
Solusi dan Harapan LSM GUSSUR PROVINSI RIAU
“Kami mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Ombudsman untuk segera membenahi sistem SPMB dan membuka ruang pengaduan publik secara aktif.”
“Harapan kami, tahun depan tak ada lagi orang tua yang harus antre berhari-hari hanya untuk memperjuangkan hak anaknya yang seharusnya dijamin oleh sistem.
“Keadilan pendidikan bukan hanya janji di atas kertas. Ia harus hadir di daftar nama yang diterima, bukan di ruang lobi belakang kantor sekolah.
” Saya selaku Ketua LSM GUSSUR PROVINSI RIAU yaitu Harisal Aulia, Berharap Ombudsman Dapat Memberikan Penyidikan Terhadap Bobroknya SPMB 2025 yang Ada di Kota pekan baru.





