Kabut Asap Pekat, Pemcam Sinaboi Bagikan Masker dan Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Puskesmas Sinaboi berikan Masker kepada Pengendara yang melintas

ROKAN HILIR – Pemerintah Kecamatan Sinaboi bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bergerak bergerak cepat menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang semakin pekat di wilayah tersebut. Aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi langsung dari Bupati Rokan Hilir.

Pada Senin (22/7/2025), Tim gabungan yang terdiri dari Puskesmas Sinaboi, Camat, para Penghulu, serta jajaran Polsek Sinaboi turun langsung ke lapangan membagikan masker kepada masyarakat di sepanjang Jalan Lintas Sinaboi – Bagansiapiapi.

“Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama karena intensitas kabut asap terus meningkat dan dikhawatirkan berdampak pada saluran pernapasan,” ujar Kepala Puskesmas Sinaboi.

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, pembagian masker juga dilakukan di sejumlah sekolah dasar di wilayah Sinaboi. Langkah ini bertujuan untuk melindungi anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan terdampak kabut asap.

“Khusus untuk sekolah dasar di wilayah Sinaboi Besar, Sei Bakau, dan Raja Bejamu, tim kami sudah turun langsung ke lapangan untuk membagikan masker kepada para siswa dan tenaga pengajar,” tambahnya.

Pihak Puskesmas juga mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Imbauan ini ditujukan khususnya kepada anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Bacaan Lainnya

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap berada di rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. Terutama anak-anak, sebaiknya tidak bermain di luar rumah demi menjaga kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Sinaboi, Syamsu Kamar, S.Sos, saat dikonfirmasi turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan, praktik tersebut berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa memperburuk kondisi udara.

“Kami sangat berharap masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini sangat berbahaya dan dapat memperparah kabut asap yang sedang terjadi,” ungkap Syamsu Kamar.

Pemerintah Kecamatan Sinaboi terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan jika situasi semakin memburuk.

Sebagai informasi, Provinsi Riau saat ini mencatatkan dua kabupaten dengan jumlah titik api (hotspot) terbanyak, yakni Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Kedua wilayah ini kembali menjadi perhatian nasional, mengingat rekam jejaknya sebagai daerah rawan karhutla.

“Kita lihat dari titik api, Rokan Hilir dan Rokan Hulu yang paling banyak. Sehingga kita minta kepada seluruh pihak terkait hari ini, harus bergerak lebih cepat,” tegas Gubernur Riau, dikutip dari GoRiau.com.

 

Diketahui, Riau telah berada dalam status Siaga Darurat Karhutla sejak 27 Maret hingga 30 November 2025. Namun, peningkatan signifikan dalam jumlah hotspot dan luas lahan terbakar mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan serta mempercepat langkah mitigasi guna menghindari dampak yang lebih luas, termasuk peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (Riki)

Pos terkait