Anggota DPR RI, dr. Maharani, MM Dorong Pemerataan MBG di Rokan Hilir

Suasana pelaksanaan Program MBG di SDN 006 Raja Bejamu Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir baru-baru ini. (Photo : Redaksi)

ROKAN HILIR – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rokan Hilir terus berjalan meski progresnya belum merata. Berdasarkan perkembangan terbaru, program tersebut telah terealisasi di 11 dari total 18 kecamatan.

 

Data yang diterima HitamPutih News mencatat terdapat 64 titik Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) se-Rokan Hilir. Dari jumlah tersebut, 22 titik telah aktif, sementara 40 titik lainnya masih dalam tahap persiapan teknis dan verifikasi. Hingga 14 November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Rohil mencapai 41.983 siswa, yang tersebar di seluruh sekolah penerima program.

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar, dr. Maharani, MM, menegaskan pentingnya percepatan implementasi MBG guna memastikan dukungan gizi tersalurkan secara merata.

 

“Kita mendorong agar seluruh pihak mempercepat proses persiapan di kecamatan yang belum berjalan. Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sehingga harus terlaksana dengan baik dan tepat sasaran,” tegas dr. Maharani.

Bacaan Lainnya

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir, Muhammad Nurhidayat, SH, MH, melalui Penanggung Jawab Program MBG Kabupaten Rokan Hilir yang juga Kabid PAUD Disdikbud, Jumri Mahrum, SE, MM, M.IP, menjelaskan bahwa sejumlah kendala teknis di lapangan turut memengaruhi progres di beberapa wilayah.

“Dari total 64 titik SPPG, 22 sudah berjalan efektif. Sisanya sedang dalam proses penyusunan perangkat teknis dan verifikasi akhir. Kami menargetkan seluruh kecamatan dapat mulai melaksanakan program sebelum akhir tahun,” jelas Jumri.

 

Ia juga menyoroti tiga kecamatan yang masuk kategori daerah 3T, sehingga memerlukan perhatian lebih dalam penyediaan sarana pendukung.

 

“Tiga kecamatan yang masuk daerah 3T dan dibangun BGN bersama Pemda yaitu Pasir Limau Kapas, Kubu Babussalam (Pulau Halang), dan Sinaboi,” ungkapnya.

 

Selain itu, koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, dan desa terus diperkuat untuk memastikan kesiapan titik-titik yang belum aktif agar segera dapat beroperasi.

 

Dengan progres yang terus meningkat, pemerintah daerah optimistis seluruh titik SPPG dapat segera berjalan secara optimal sehingga manfaat MBG semakin dirasakan masyarakat. Program ini merupakan salah satu agenda prioritas nasional dalam meningkatkan kecukupan gizi sekaligus mendukung kualitas pendidikan anak sekolah. (Riki)

Pos terkait