ROKAN HILIR – Kepala Sekolah SDN 006 Raja Bejamu Kecamatan Sinaboi mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung di sekolah tersebut.
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 006 Raja Bejamu, Nuzulina, S.Pd., SD., M.Pd, saat diwawancarai terkait pelaksanaan Program MBG yang mulai dirasakan manfaatnya oleh para peserta didik.
Menurut Nuzulina, Program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan tingkat kehadiran mereka setiap harinya.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya Program MBG ini. Anak-anak lebih semangat belajar, kehadiran mereka meningkat, dan orang tua juga merasa terbantu. Program ini benar-benar membawa dampak baik bagi sekolah kami,” ujarnya.
Ia berharap Program MBG dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Rokan Hilir sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rokan Hilir hingga kini terus berjalan meski penyebarannya belum merata di seluruh wilayah. Berdasarkan perkembangan terbaru, program telah terealisasi di 11 dari total 18 kecamatan.
Berdasarkan data yang diterima HitamPutih News, terdapat 64 titik Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) se-Rokan Hilir. Dari jumlah tersebut 22 titik telah aktif berjalan, sedangkan 40 titik lainnya sedang dalam tahap persiapan teknis dan verifikasi.
Selain itu, per 14 November 2025, jumlah penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Rokan Hilir telah mencapai 41.983 siswa, mencakup seluruh sekolah yang masuk dalam daftar penerima.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir, Muhammad Nurhidayat, SH, MH, melalui Penanggung Jawab Program MBG Kabupaten Rokan Hilir sekaligus Kabid PAUD Disdikbud, Jumri Mahrum, SE, MM, M.IP, menjelaskan bahwa sejumlah kendala lapangan masih memengaruhi progres di beberapa kecamatan.
“Dari total 64 titik SPPG, 22 sudah berjalan efektif. Sisanya sedang dalam proses penyusunan perangkat teknis dan verifikasi akhir. Kami menargetkan seluruh kecamatan dapat mulai melaksanakan program sebelum akhir tahun,” ujar Jumri.
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa wilayah yang termasuk kategori daerah 3T memerlukan penanganan lebih intensif dalam proses percepatan pelaksanaan program.
“Tiga kecamatan yang masuk daerah 3T dan dibangun BGN bersama Pemda yaitu Pasir Limau Kapas, Kubu Babussalam (Pulau Halang), dan Sinaboi,” jelasnya.
Koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, dan desa terus diperkuat untuk memastikan kesiapan di titik-titik yang belum aktif.
Dengan progres yang terus meningkat, pemerintah daerah optimistis seluruh titik SPPG dapat segera beroperasi optimal sehingga manfaat Program MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi sekaligus mendukung kualitas pendidikan anak sekolah. (Riki)





