JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperkuat melalui keterlibatan para ahli gizi dan dokter anak dalam proses penyusunan kebijakan serta pengawasan program.
Menurut Nanik, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan berdasarkan kaidah ilmiah di bidang gizi dan kesehatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
“Di Dewan Pengarah ini akan kami isi dengan profesi ahli gizi dan dokter anak. Nanti yang akan meng-guideline kami mungkin di antara tujuh orang itu, lima dari pakar gizi,” kata Nanik dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menjelaskan keberadaan Dewan Pengarah yang didominasi pakar gizi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kebijakan dan implementasi Program MBG. Dengan dukungan tenaga profesional, setiap langkah program dapat disusun berdasarkan kebutuhan gizi masyarakat serta standar kesehatan yang tepat.
Selain memperkuat aspek keilmuan, BGN juga melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan program guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan layanan.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan efisiensi anggaran melalui moratorium sementara pembukaan dapur baru serta penataan kembali kapasitas dapur yang telah beroperasi.
Nanik mengatakan saat ini BGN mencatat terdapat 27.877 dapur operasional berdasarkan virtual account yang sedang dievaluasi untuk memastikan kesesuaian antara kapasitas layanan dengan jumlah penerima manfaat.
Evaluasi tersebut juga dilakukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi dapur yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Jadi kita mau tata. Misalnya Jawa Tengah ini harusnya butuh berapa, Jawa Barat ini butuh berapa, DKI butuh berapa, dan lain-lain Jawa Timur. Karena memang dari datanya, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Kemudian setelah kami menata baru kami hitung apakah perlu membuka kembali atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, BGN juga melakukan refocusing penerima manfaat agar bantuan gizi lebih diprioritaskan kepada anak-anak dan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurut Nanik, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gizi nasional.
Ke depan, BGN akan memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur dan kualitas makanan yang disalurkan sehingga Program MBG tidak hanya menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan manfaat gizi yang optimal.
Ia menambahkan keterlibatan ahli gizi dan dokter anak dalam Dewan Pengarah diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pengembangan kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan kesehatan masyarakat.





