Bangunan Kolam dan Jembatan Dinsos Rohil Diduga Terbengkalai, Ada Apa ?

Proyek “Pembangunan Kolam Air dan Jembatan Kawasan Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir yang diduga terbengkalai. (Foto : HPNews)

ROKAN HILIR – Proyek “Pembangunan Kolam Air dan Jembatan Kawasan Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2024” tampaknya menorehkan prestasi baru. Bukan sebagai fasilitas publik yang indah dan fungsional, melainkan sebagai monumen terbengkalai tercepat di lingkungan pemerintahan daerah.

 

Berdasarkan investigasi lapangan HitamPutih News, kondisi kolam dan jembatan yang dibangun melalui kegiatan resmi tersebut kini lebih mirip “zona eksperimen alam liar” ketimbang fasilitas yang seharusnya memperindah kawasan Dinas Sosial.

Kolam yang semestinya menjadi titik estetika kini berubah menjadi lanskap “alam bebas” yang tumbuh tanpa undangan. Rumput liar sudah setinggi betis, Air berubah warna menjadi cokelat kehijauan, Sampah ringan mengapung santai, Aroma khas genangan yang setia hadir setiap hari.

 

Jika tujuan pembangunan ini adalah menghadirkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), maka hasilnya kini “hijau” namun dengan cara yang tidak pernah tercantum dalam RAB.

Bacaan Lainnya

 

Dinding beton yang mengelilingi kolam menampilkan drama yang tidak tertulis dalam proposal Retak, Menghitam, Mengelupas, dan sebagian bagiannya bahkan tampak seperti instalasi seni bertema “Proyek Baru, Rasa Proyek Lama”.

Retakan-retakan tersebut menjadi bukti visual bahwa kualitas pekerjaan patut dipertanyakan, Pengawasan proyek mungkin hanya sebatas tanda tangan, Pemeliharaan pascapembangunan seolah tidak pernah masuk kamus dinas.

 

Jembatan kecil yang ikut menjadi bagian dari kegiatan pembangunan ini masih berdiri tegak. Namun hasil investigasi di bawah strukturnya memperlihatkan tanda-tanda pelapukan serius. Dari atas masih tampak layak dipijak. Dari bawah, tampak layak diwaspadai maut.

 

Bagian sandaran jembatan terlihat tidak cukup kuat menopang beban jika terjadi kerusakan lanjutan. Satire publik pun merebak “Selama belum ada yang tercebur, berarti masih layak fungsi.”

 

Diketahui beredar nama kegiatan “Pembangunan Kolam Air dan Jembatan Kawasan Dinas Sosial Rohil Tahun 2024”, namun besaran anggarannya hingga kini belum dapat diakses oleh publik.

 

Minimnya transparansi ini menambah daftar panjang pertanyaan terkait Alur pekerjaan, Pengawasan teknis, Kualitas kontraktor, serta keberlanjutan pemeliharaan.

 

Investigasi ini menunjukkan bahwa proyek dengan nama keren pun bisa berakhir menyedihkan ketika dibangun hanya untuk menggugurkan kewajiban seremonial.

 

Fasilitas publik yang semestinya memperindah kawasan Dinas Sosial kini berubah menjadi satire hidup tentang minimnya pengawasan dan lemahnya tanggung jawab pascapembangunan.

 

Pada akhirnya, kegiatan resmi yang tertulis rapi di atas kertas bisa berubah menjadi pemandangan ironi di lapangan, ketika praktik pembangunan tidak dibarengi komitmen perawatan.

Pos terkait