ROKAN HILIR – Muhammad Ridho, S.Pd., M.Pd., C.PI., C.NSP., C.HTc., secara resmi mengikuti seleksi calon Komisaris PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (PT SPRH) Perseroda. Langkah ini menjadi sinyal kuat keterlibatan generasi muda dalam upaya membenahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai tengah menghadapi berbagai tantangan serius.
Dikenal sebagai sosok muda yang energik dan aktif dalam kegiatan sosial serta kepemudaan, Ridho mengaku terpanggil untuk ikut mengambil peran strategis dalam menyelamatkan dan membenahi PT SPRH agar kembali berjalan sesuai tujuan pendiriannya.
“PT SPRH adalah aset daerah. Jika dikelola dengan benar dan profesional, BUMD ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi Rokan Hilir. Saya ingin ikut berkontribusi melalui fungsi pengawasan yang kuat, objektif, dan berintegritas,” tegas Ridho kepada HitamPutih News, Rabu (17/12/2025).
PT SPRH (Perseroda) merupakan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) menuntut penerapan tata kelola perusahaan yang lebih transparan, profesional, berorientasi kinerja, serta akuntabel.
Dalam pencalonannya sebagai Komisaris, Muhammad Ridho mengusung visi menjadi pengawas strategis yang menjamin keberlanjutan dan keunggulan BUMD dalam mewujudkan Rokan Hilir yang Maju, Religius, dan Berbudaya.
Adapun misi yang diusungnya meliputi pengawasan terhadap implementasi strategi perusahaan agar selaras dengan visi pemerintah daerah, mendorong penciptaan nilai tambah ekonomi dan sosial, memperkuat transformasi digital serta inovasi bisnis, hingga memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel (good corporate governance).
Ridho juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles atas keterbukaan informasi serta komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan proses seleksi secara terbuka.
“Saya berharap seleksi ini benar-benar berjalan sesuai aturan, objektif, dan tanpa intervensi. PT SPRH membutuhkan figur yang kompeten, berintegritas, dan berani melakukan pembenahan agar BUMD ini bisa bangkit dan menjadi kebanggaan masyarakat Rokan Hilir,” pungkasnya.
Muhammad Ridho diketahui menempuh pendidikan dasar di MIN Bagansiapiapi, SMP Negeri 1 Bangko, dan SMA Negeri 1 Bangko. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) Pendidikan Fisika serta Strata Dua (S2) Administrasi Pendidikan.
Di bidang organisasi, Ridho memiliki rekam jejak yang cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan LLMB Kabupaten Rokan Hilir, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Rokan Hilir, serta Pengurus LDI Kabupaten Rokan Hilir.
Sementara di dunia kerja, Muhammad Ridho memiliki pengalaman yang beragam dan relevan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama STAI Ar Ridho Bagansiapiapi, Dosen Tetap STAI Ar Ridho Bagansiapiapi, Dosen Luar Biasa UIN Suska Riau, Guru MI Al Fursan, Wakil Kepala Sekolah Mardhiyya Al Islami, serta Bendahara SPBU PT SPRH dan HRD SPBU milik PT SPRH.
Sejumlah pihak menilai, kombinasi latar belakang akademik, pengalaman organisasi, serta keterlibatan langsung dalam unit usaha PT SPRH menjadi modal penting bagi Muhammad Ridho untuk menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan profesional apabila dipercaya sebagai Komisaris.
Diketahui, Panitia Seleksi saat ini tengah membuka tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk mengisi tiga posisi Direksi dan satu posisi Komisaris PT SPRH Perseroda, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.





