Demi Harimau Caspian Hidup Lagi, Negara Ini Tanam 37 Ribu Pohon

Ilustrasi. Kazakhstan sedang menggelar program penghijauan dengan menamam 37.000 pohon termasuk untuk jadi habitat harimau Caspian. (REUTERS/Yara Nardi)

KAZAKHSTAN – Lebih dari 70 tahun setelah dinyatakan punah, harimau akan kembali hidup di alam liar Kazakhstan. Pemerintah negara Asia Tengah tersebut kini menjalankan program konservasi ambisius untuk menghidupkan kembali predator puncak yang terakhir tercatat hilang pada akhir 1940-an.

Upaya besar itu dimulai melalui pemulihan habitat secara masif di kawasan South Balkhash. Sepanjang tahun lalu, pemerintah Kazakhstan menanam sedikitnya 37.000 bibit dan stek pohon guna membangun kembali ekosistem yang pernah menjadi habitat alami harimau.

Melansir Live Science, harimau Caspian subspesies harimau yang dahulu menghuni wilayah tersebut punah akibat perburuan intensif, kerusakan habitat, serta berkurangnya populasi mangsa alami.

Kini Kazakhstan berupaya menghadirkan kembali spesies tersebut melalui pendekatan ilmiah modern.

Habitat Dipulihkan, Mangsa Mulai Kembali

Program reintroduksi ini dijalankan pemerintah Kazakhstan dengan dukungan World Wildlife Fund (WWF) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

Bacaan Lainnya

Penanaman pohon dilakukan di sekitar Danau Balkhash, danau terbesar di Asia Tengah dengan luas mencapai sekitar 17.000 kilometer persegi. Kawasan ini dipilih karena secara historis menjadi wilayah jelajah harimau.

Total penanaman sejak 2021 telah mencapai sekitar 87.000 bibit, bagian dari target nasional Kazakhstan menanam 2 miliar pohon pada 2027.

Vegetasi baru tersebut berfungsi menciptakan kembali rantai ekosistem, menyediakan perlindungan dan sumber air, sekaligus mendukung populasi mangsa alami seperti babi hutan dan rusa Bukhara.

WWF Asia Tengah menyebut tanda-tanda pemulihan mulai terlihat.

“Satwa liar sudah mulai mencari makan di area yang dipulihkan, menunjukkan ekosistem kembali berfungsi,” ujar juru bicara WWF.

Harimau Amur Jadi Pengganti Harimau Caspian

Harimau yang akan diperkenalkan kembali bukanlah harimau Caspian asli yang telah punah, melainkan harimau Amur dari Rusia.

Studi genetika yang diterbitkan pada 2009 menunjukkan harimau Caspian dan harimau Amur sebenarnya berasal dari populasi yang sama sebelum terpisah akibat aktivitas manusia pada abad ke-19.

Pada 2024, dua harimau Amur hasil penangkaran Bodhana (betina) dan Kuma (jantan) telah tiba di Kazakhstan dan kini menjalani adaptasi di Cagar Alam Ile-Balkhash.

Keduanya tidak akan dilepas ke alam liar karena terbiasa hidup di penangkaran. Namun, keturunannya diharapkan menjadi populasi awal harimau baru Kazakhstan.

Pemerintah Kazakhstan juga menargetkan kedatangan harimau liar pertama dari Rusia pada paruh pertama 2026.

Risiko Konflik dengan Manusia Diantisipasi

Mengembalikan predator besar ke habitat lama bukan tanpa risiko. Harimau berpotensi menyerang ternak atau mendekati permukiman manusia.

Belajar dari program serupa di Rusia, Kazakhstan telah menyiapkan sistem mitigasi konflik, termasuk patroli rutin kawasan, pemantauan satelit menggunakan kalung GPS, deteksi dini pergerakan harimau, serta tim respons cepat konflik satwa.

Program ini juga melibatkan masyarakat lokal melalui edukasi, pengembangan pertanian berkelanjutan, hingga dukungan ekowisata.

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema kompensasi bagi warga jika terjadi kerugian akibat serangan harimau.

Simbol Kebangkitan Ekosistem

Kembalinya harimau ke Kazakhstan bukan sekadar proyek konservasi satwa liar, tetapi juga simbol pemulihan ekosistem yang pernah rusak akibat aktivitas manusia.

Jika berhasil, program ini akan menjadi salah satu proyek reintroduksi predator besar paling ambisius di dunia modern sekaligus bukti bahwa spesies yang hilang dari suatu wilayah masih memiliki peluang untuk kembali.

Pos terkait