Hujan Jadi Alasan, Proyek Jalan di Rokan Hilir Tak Kunjung Jalan

Kondisi Jalan di SK 11 Suak Air Hitam Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir. (dok : HPNews)

ROKAN HILIR – Proyek peningkatan jalan di Kabupaten Rokan Hilir yang tengah menjadi sorotan publik kembali memunculkan tanda tanya besar. Klarifikasi yang disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rokan Hilir dinilai belum sepenuhnya menjawab keraguan masyarakat terkait progres pekerjaan di lapangan.

 

Saat dikonfirmasi HitamPutih News terkait dugaan proyek mangkrak serta hilangnya alat berat dari lokasi, Kepala Dinas PUPR Rokan Hilir, Khairul Fahmi, ST, menegaskan bahwa pekerjaan tersebut belum dihentikan.

“Maaf, belum selesai. Masih dalam pekerjaan,” ujar Fahmi singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (1/12/2025).

Menanggapi tidak terlihatnya alat berat di lokasi pengerjaan, Fahmi menyebutkan bahwa peralatan tersebut dipindahkan sementara untuk digunakan pada pekerjaan lain.

“Iyo, inyo pindah-pindah alatnya. Nanti balek lagi, kata PPTK. Lagi ngerja yang lain,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

 

Namun, hasil investigasi lapangan yang dilakukan HitamPutihNews pada Sabtu (7/12/2025) menunjukkan bahwa alat berat yang dimaksud belum juga tampak kembali di lokasi. Kondisi tanah yang masih becek serta tidak adanya aktivitas pekerjaan semakin menguatkan dugaan minimnya progres di lapangan, sehingga memicu pertanyaan publik terkait keseriusan pelaksanaan proyek tersebut.

 

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Bidang Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Rokan Hilir, Abdul Halim. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan belum mendapat tanggapan. Sikap bungkam ini dinilai menambah ruang spekulasi di tengah meningkatnya kritik masyarakat terhadap transparansi pelaksanaan proyek.

 

Sementara itu, sebagaimana dilansir SuaraRokanNews.com, diketahui proyek tersebut dikerjakan oleh Ucok Onden, yang disebut merupakan suami dari seorang politisi Partai NasDem yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir dari Daerah Pemilihan (Dapil) II.

 

Dalam keterangannya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Ferry, menyampaikan bahwa terhentinya pekerjaan disebabkan faktor alam.

 

“Iya bang, terhentinya pekerjaan itu dikarenakan faktor alam, hujan berkepanjangan sehingga kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (4/12/2025).

 

Ferry menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan agar mobil dump truk dapat melintasi akses menuju lokasi, namun belum membuahkan hasil akibat curah hujan yang tinggi. Pihak dinas, lanjutnya, juga telah menyurati rekanan terkait kelanjutan pekerjaan.

 

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti kejelasan kelanjutan proyek yang dinilai sangat vital bagi mobilitas dan keselamatan pengguna jalan. HitamPutih News akan terus melakukan penelusuran serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang, transparan, dan akurat.

Pos terkait