Laut Jadi Medan Perang! Pek To Kembali Beroperasi, Nelayan Sinaboi Meledak!

ROKAN HILIR – Laut Sinaboi kembali bergolak! Alat tangkap ilegal jenis bubu tarik Pek To yang sempat diamankan massa, kini kembali bebas beroperasi seolah tanpa takut hukum. Nelayan tradisional murka, merasa dilecehkan dan ditindas di laut mereka sendiri!

 

“Kami ini nelayan kecil, bukan perampok laut! Tapi kenapa kami yang terus disakiti?” teriak salah satu nelayan dengan nada tinggi, Sabtu (5/7/2025). Emosi para nelayan kian memuncak setelah mendapati aktivitas Pek To masih berlangsung secara terang-terangan, meski sudah ada mediasi dan peringatan resmi di kantor camat.

 

Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Mereka menuding penggunaan Pek To sebagai biang kerok hancurnya ekosistem laut Sinaboi dan penyebab tangkapan ikan terus menurun.

“Kalau ini dibiarkan, bukan cuma ikan yang habis, tapi kami pun bakal mati pelan-pelan,” ujarnya geram.

 

Aroma pembiaran pun mulai tercium. Nelayan menuding aparat dan pemerintah seakan menutup mata. “Sudah jelas dilarang, sudah dimediasi, tapi nyatanya mereka tetap melaut. Ini apa namanya kalau bukan pembangkangan dan pelecehan terhadap hukum?”

 

Situasi kian rawan. Jika tidak ada tindakan tegas, konflik horizontal tak bisa dihindari. Laut bukan lagi tempat mencari nafkah, tapi bisa berubah jadi medan pertempuran antarsesama anak bangsa.

 

Kni publik menanti: Akankah aparat dan pemerintah berdiri membela keadilan atau justru membiarkan nelayan tradisional digilas alat tangkap rakus bernama Pek To?

Pos terkait