Menjelang Pleno Konkorcab, Kandidat Ketua PKC Riau Ghulam Zaky Tuai Kritik dari Kader Rohil

Calon Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky. (Photo : Tim)

ROKAN HILIR – Menjelang Rapat Pleno Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab) pemilihan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Riau, sosok kandidat Ghulam Zaky menuai sorotan. Sejumlah kalangan menilai, Zaky belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam membangun konsolidasi maupun menjalin hubungan dengan berbagai pihak.

 

Kritik tersebut datang dari kader dan simpatisan yang menekankan pentingnya keterampilan komunikasi bagi seorang pemimpin organisasi mahasiswa tingkat provinsi. Hal itu diperlukan agar mampu menyatukan berbagai elemen serta mengartikulasikan visi organisasi secara jelas.

“Bakal Ketua PKC harus bisa menjadi jembatan komunikasi antara kader, pengurus, dan pihak eksternal. Kalau kemampuan komunikasinya lemah, tentu akan sulit membawa organisasi ke arah yang lebih maju,” ujar Bendahara PMII Rokan Hilir, Arfi Saputra, Sabtu (27/9/2025).

 

Senada dengan itu, Sekretaris PMII Rokan Hilir, Aldi Syahputra, menilai Zaky belum cukup layak memimpin PKC PMII Riau. Menurutnya, Zaky masih merasa nyaman berlindung pada sejumlah senior organisasi.

Bacaan Lainnya

 

“Kabarnya beliau merasa aman. Padahal belum tentu, kita (Rohil, red) juga pemilik suara sah pada pemilihan PKC PMII Riau,” ungkapnya.

Aldi juga menegaskan kapasitas dan kapabilitas Zaky sebagai calon ketua yang akan menakhodai kader pergerakan di 12 kabupaten/kota se-Riau masih diragukan.

 

“Selain komunikasi, ia juga belum menunjukkan kemampuan manajerial dan strategi organisasi yang matang,” tambahnya.

 

Terkait arah dukungan suara Rokan Hilir, Aldi menekankan bahwa pihaknya masih dalam tahap mencocokkan visi dan misi dari sejumlah kandidat.

 

“Sampai hari ini PMII Rokan Hilir masih mencocokkan visi dan misi beberapa calon,” tutupnya.

 

Diketahui, pemilihan Ketua PKC PMII Riau sendiri tengah berlangsung. Persaingan antar kandidat diprediksi akan berjalan ketat, mengingat posisi tersebut dianggap strategis dalam membina serta mengembangkan potensi kader di tingkat provinsi. (Tim)

Pos terkait