ROKAN HILIR – Penggiat budaya asal Riau, Muhammad Sarbaini atau yang dikenal dengan nama Rahmat Pantun, dinyatakan lolos kurasi dalam ajang Festival Pantun ASEAN 2026.
Karya pantun Rahmat Pantun terpilih untuk diterbitkan dalam buku antologi “Pantun Serumpun Hati Berpaut – 15”, bersama karya para pemantun dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia penyelenggara, peluncuran buku antologi tersebut akan dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026, bertempat di Kota Padang, Sumatera Barat.
Festival Pantun ASEAN 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan para sastrawan dan pemantun se-ASEAN untuk merawat serta mempromosikan pantun sebagai warisan budaya takbenda dunia yang telah diakui oleh UNESCO.
Rahmat Pantun menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan menghidupkan pantun sebagai bagian dari identitas budaya bangsa serumpun,” ujar Rahmat Pantun dalam keterangannya.
Muhammad Sarbaini atau Rahmat Pantun dikenal sebagai penggiat sastra lisan dan budaya Melayu asal Rokan Hilir yang aktif mempopulerkan pantun melalui berbagai kegiatan literasi, pertunjukan budaya, serta media digital.
Ia konsisten mengangkat pantun sebagai medium dakwah kultural, edukasi, dan penguatan identitas Melayu, khususnya di Riau. Kiprahnya menjadikannya salah satu figur muda yang berperan dalam menjaga keberlanjutan tradisi pantun di tengah arus modernisasi.
Festival ini merupakan kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya Penyala Literasi Sumatera Barat dan SIP Publishing, dengan tujuan memperkuat jejaring kebudayaan dan persaudaraan antarbangsa di kawasan Asia Tenggara melalui tradisi lisan pantun.





