MADRID – Real Madrid dihantui rekor kurang menguntungkan saat menghadapi laga tandang melawan Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA.
Los Blancos akan bertandang ke markas Bayern di Allianz Arena pada Kamis (16/4) dini hari WIB. Pada leg pertama yang berlangsung sepekan lalu, Madrid harus mengakui keunggulan Bayern dengan skor 1-2.
Untuk memastikan tiket ke semifinal, Real Madrid wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol. Sementara kemenangan dengan selisih satu gol akan membuat pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan berpotensi ditentukan melalui adu penalti.
Selain menghadapi tekanan untuk membalikkan keadaan, Real Madrid juga dibayangi catatan statistik yang kurang menguntungkan. Berdasarkan data resmi UEFA, klub asal Spanyol tersebut hanya sekali berhasil lolos dari tujuh kesempatan dalam duel dua leg kompetisi Eropa setelah kalah di kandang sendiri pada leg pertama.
Satu-satunya keberhasilan itu terjadi saat Real Madrid menyingkirkan Wacker Innsbruck pada ajang Piala Winners Eropa 1970–71. Saat itu Madrid sempat kalah 0-1 di kandang sendiri, sebelum bangkit dengan kemenangan 2-0 di kandang lawan.
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, menilai situasi tersebut sebagai tantangan besar yang harus dihadapi timnya.
“Kami tidak pernah membicarakan soal ini, tapi ini adalah sebuah tantangan yang lain,” ujar Arbeloa jelang laga Bayern Munich kontra Real Madrid.
Ia menambahkan bahwa sejarah Real Madrid dibangun dari berbagai pencapaian besar, termasuk dalam situasi yang tampak sulit.
“Sejarah Real Madrid dibangun oleh pencapaian-pencapaian yang tampak mustahil. Kami siap bertarung untuk menambah bab lain dari kisah klub ini, untuk comeback dan menang di kandang lawan,” katanya.
Meski demikian, Real Madrid memiliki catatan cukup positif saat bertandang ke Bavaria. Dari empat lawatan terakhir ke markas Bayern di kompetisi Eropa, Madrid tidak pernah kalah dan meraih tiga kemenangan.
Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi saat Real Madrid mengalahkan Bayern Munich dengan skor telak 4-0 pada semifinal leg kedua musim 2013/2014, yang menjadi satu-satunya kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol di markas Bayern.
Laga leg kedua ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim memiliki pengalaman panjang dan tradisi kuat di kompetisi tertinggi klub Eropa tersebut.





