KUANTAN SINGINGI – Tak peduli aturan, diam-diam Pabrik Kelapa Sawit milik PT. Gemilang Sawit Lestari (PT. GSL) diduga masih menampung buah ilegal dari Toro atau kawasan Taman Nasional Tesso Nelo (TNTN), dengan modus menggunakan truck orang kampung.
Terkini, narasumber masih memberikan informasi bahwa buah ilegal dari Toro masih masuk ke PT GSL di Inuman.
“Masih ada yang masuk dari Toro. Mobil orang kita kampung,” kata narasumber mengabari kepada wartawan Rabu (15/1/2025) pagi.
Sumber memastikan, truck orang kampung ini mengantar buah hanya ke pabrik GSL, karena truck tersebut menggunakan DO milik inisal IJ, yang memiliki kerjasama dengan GSL. Pemilik Trucknya inisial M, masih ada hubungan keluarga dengan IJ.
“Masuknya ke GSL pagi hari, itu tiap hari,” bebernya.
Tidak hanya itu, truck lainnya juga ada yang memasok buah dari Toro, juga mobil orang kampung. Namun, truck ini menurutnya hari ini belum terpantau mengantar buah ke GSL.
“Biasanya ada tiga truck lainnya, juga mengantar buah ke GSL. Tapi hari ini belum terlihat,” katanya mengabarkan.
Untuk memenuhi kebutuhan pasokan produksi, pabrik dengan kapasitas 45 ton perjam ini setidaknya harus memenuhi ketersediaan TBS 5 ribu ton perhari.
85 persennya terpasoki dari wilayah Toro, sehingga PT. GSL hanya butuh dukungan sedikit TBS masyarakat dari wilayah Cerenti, Inuman dan Baserah.
Humas PT. GSL Agus, saat dikonfirmasi Hitam Putih News tidak menjawab baik pesan maupun telpon via WhatsApp. Begitu pun Allen Changtino, Asissten Pabrik PT. GSL juga tidak mengangkat maupun membalas pesan.
(Adr)





