ROKAN HILIR – Tim gabungan melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kepenghuluan Sungai Pinang, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (26/3).
Kegiatan pemadaman yang telah memasuki hari ketiga tersebut difokuskan pada satu titik kebakaran yang masih menimbulkan asap di lokasi kejadian.
Danramil 06/Tanjung Medan menyampaikan bahwa tim gabungan terus berupaya maksimal untuk memastikan api tidak kembali muncul di lokasi kebakaran.
“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla. Saat ini titik api sudah padam, namun masih terdapat titik asap sehingga proses pendinginan tetap dilanjutkan guna mencegah kebakaran kembali muncul,” ujar Danramil 06/Tanjung Medan.
Ia menjelaskan, titik kebakaran terpantau berada pada koordinat N: 1°23’11.812″ dan E: 100°40’30.004″, dengan jarak sekitar ±50 kilometer dari Koramil 06/Tanjung Medan menuju lokasi kejadian.
Jenis lahan yang terbakar merupakan lahan tanah mineral dengan vegetasi semak belukar, sementara penyebab kebakaran dan pemilik lahan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Berdasarkan data di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar ±7 hektare, dengan rincian ±4 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan ±3 hektare lainnya masih dalam proses pendinginan.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan mengerahkan sejumlah personel yang terdiri dari 3 personel TNI, 25 personel Polri, 8 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 orang masyarakat.
Selain personel, berbagai sarana dan prasarana turut digunakan untuk mendukung proses pemadaman, di antaranya 15 unit kendaraan roda dua, 3 unit kendaraan roda empat, 2 unit perahu mesin melalui jalur sungai, serta peralatan pemadam berupa 6 unit mesin ministriker, 18 gulung selang buang, 6 buah nozel, 6 buah selang hisap, dan 2 unit alat berat.
Tim gabungan terus melakukan penyiraman pada titik api dan titik asap guna mempercepat proses pendinginan lahan yang terbakar.
Namun demikian, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti cuaca panas dan angin yang bertiup cukup kencang, sehingga berpotensi memicu munculnya kembali titik api.
Danramil menegaskan bahwa upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh area dipastikan aman.
“Kami akan terus berupaya maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat hingga kondisi di lokasi benar-benar aman dan tidak ada lagi potensi munculnya titik api,” tegasnya.
Hingga saat ini, kondisi terakhir di lokasi kebakaran dilaporkan titik api telah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat titik asap yang terus ditangani oleh tim gabungan.





