Kuantan Singingi – Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun 2RT 07 RW 04, Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau pada hari Senin (21/10) pukul 16.00 WIB.
Pria bernama Amri (56), seorang petani asal Kampung Baru, tewas setelah ditikam oleh tetangganya, Martinus, di halaman rumahnya.
Kronologi Kejadian Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika Amri (korban) baru saja tiba di rumahnya. Tak lama berselang, terjadi percekcokan antara korban dan pelaku, yang diketahuiadalah Martinus yang merupakan tetangga korban.
Dalam situasi memanas tersebut, Martinus secara brutal menyerang Amri dengan pisau dan menikamnya beberapa kali.
Anak korban, Ari (25), yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa ia mendengar suara keributan dari luar rumah. la mendengar teriakan pelaku yang mengancam ayahnya, “Sini kau, kubunuh kau nanti”
Saat keluar dari kamar, Ari mendapati ayahnya sudah bersimbah darah akibat tusukan pisau yang dilayangkan oleh pelaku.
Dengan cepat, Ari bersama saksi lain bernama Aman (35), membawa Amri ke Puskesmas terdekat. Namun, sayangnya nyawa Amri tidak dapat diselamatkan saat tiba di Puskesmas.
Identitas Korban dan Pelaku
Amri korban yang berusia 56 tahun, sehari-hari bekerja sebagai petani di Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti. Sementara itu, pelaku, Martinus adalah tetangga korban yang diduga telah lama memiliki konflik pribadi dengan korban.
Saksi lain dalam kejadian ini
selain Ari anaknya korban yang menjadi saksi adalah Aman (35), yang juga berasal dari Desa Kampung Baru.
Aman membantu Ari dalam membawa korban ke Puskesmas setelah kejadian berlangsung. Tindakan Lanjutan Pihak kepolisian setempat telah mengamankan pelaku dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif pasti di balik insiden ini.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus penganiayaan diwilayah Kecamatan Cerenti, yang diharapkan dapat segera ditangani secara serius oleh pihak berwajib.
Masyarakat setempat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh insiden tersebut, sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.





