Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk memperhatikan potensi kenaikan harga komoditas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2024 menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, telur ayam ras, hingga minyak goreng.
“Seperti yang dilaporkan Ibu Plt. Kepala BPS, beberapa provinsi mencatatkan angka IPH (Indeks Perkembangan Harga) yang cukup tinggi, terutama untuk komoditas tersebut,” ujar Bima Arya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Senin (23/12/2024).
Menurut Bima, lonjakan permintaan barang dan jasa jelang hari besar keagamaan sering kali memicu kenaikan harga. Oleh karena itu, Pemda diminta segera mengambil langkah konkret, seperti mengadakan operasi pasar dan gerakan pangan murah.
“Pastikan stok barang aman agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa gejolak harga yang signifikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bima memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang sukses menerapkan strategi 4K untuk pengendalian inflasi. Strategi ini meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, yang melibatkan berbagai pihak terkait.
“Surabaya telah membuktikan bahwa dengan koordinasi yang baik, inflasi dapat dikendalikan. Kami harap daerah lain dapat mengikuti langkah-langkah serupa,” tambahnya.
Bima menegaskan pentingnya enam langkah konkret yang harus dilakukan Pemda untuk mengendalikan inflasi, yaitu:
1. Menggelar operasi pasar murah.
2. Melakukan inspeksi pasar dan distributor.
3. Menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas.
4. Menggalakkan gerakan menanam.
5. Menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT).
6. Memberikan subsidi transportasi melalui APBD.
Data Kemendagri per 23 Desember 2024 mencatat, dari 514 Pemda, baru 40 yang menerapkan seluruh langkah tersebut. Sebanyak 158 Pemda telah menjalankan empat hingga lima langkah, sementara 266 lainnya hanya melakukan satu hingga tiga langkah. Namun, ada 50 Pemda yang sama sekali belum mengambil tindakan konkret.
“Kami meminta perhatian serius dari kepala daerah yang belum melakukan langkah apa pun. Inflasi ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” tegas Bima Arya.
Dengan langkah-langkah strategis dan koordinasi yang baik, diharapkan harga komoditas tetap terkendali selama periode Nataru, sehingga masyarakat dapat merayakan dengan tenang tanpa khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.





