ROKAN HILIR – Perayaan Tahun Baru Imlek di wilayah Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, diwarnai keluhan masyarakat akibat suara petasan yang dinilai berlebihan dan mengganggu ketertiban serta kenyamanan lingkungan, Rabu (25/2/2026) dini hari.
Sejumlah warga mengaku dentuman petasan terdengar terus-menerus mulai pukul 22.00 WIB hingga sekitar pukul 02.15 WIB. Kondisi tersebut disebut mengganggu waktu istirahat masyarakat, terutama anak-anak dan lanjut usia.
Selain menimbulkan kebisingan, suara ledakan petasan berintensitas tinggi juga dikhawatirkan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Sebenarnya kami menghormati perayaan Imlek sebagai bagian dari keberagaman budaya. Namun jika petasan dinyalakan terus-menerus hingga larut malam tentu sangat mengganggu kenyamanan warga. Apalagi masyarakat juga sedang melaksanakan ibadah puasa yang membutuhkan suasana lebih tenang dan kondusif,” ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Hermawan.
Hal senada juga disampaikan oleh seorang warga Bagansiapiapi, Supriadi, yang menilai suara petasan terdengar sangat bising hingga membuat warga terkejut sepanjang malam.
“Suara petasannya sangat keras dan berlangsung lama, sampai terasa seperti suasana perang. Kami jadi sulit beristirahat karena dentumannya terus-menerus,” ungkapnya.
Warga juga mengkhawatirkan risiko kebakaran akibat penggunaan petasan berukuran besar di kawasan permukiman padat penduduk. Mereka berharap aparat terkait dapat meningkatkan pengawasan guna mencegah potensi gangguan keamanan maupun kejadian yang tidak diinginkan.
Masyarakat meminta aparat kepolisian bersama pemerintah daerah memberikan imbauan agar perayaan tetap berlangsung secara tertib, aman, serta mengedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama dan sesama warga.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di Kota Bagansiapiapi dilaporkan masih diwarnai suara dentuman petasan di sejumlah titik wilayah permukiman.





