ROKAN HILIR – Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia mengunjungi Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestari Sinaboi di Kepenghuluan Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Minggu (7/6/2026)
Kunjungan itu dilakukan dalam rangka sosialisasi, prakondisi, dan Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) Program Rehabilitasi Mangrove Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Tahap I Tahun 2026.
Kedatangan tim KLH disambut Datuk Penghulu Sinaboi Rafika bersama Sekretaris Desa Sunardi, SE, Ketua BPKep Sinaboi Zulfikar, Ketua KTH Lestari Sinaboi Sembara, perangkat kepenghuluan, serta masyarakat setempat.
Program M4CR merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat pemulihan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Rehabilitasi mangrove dinilai penting karena berfungsi menahan abrasi, melindungi garis pantai, menjaga keseimbangan lingkungan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Ketua KTH Lestari Sinaboi, Sembara, menyambut baik program tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan pesisir. Kami siap mendukung dan berpartisipasi agar rehabilitasi mangrove dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sembara.
Sementara itu, Datuk Penghulu Sinaboi Rafika menegaskan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program M4CR di wilayahnya.
Menurut Rafika, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar bagi masyarakat pesisir, baik sebagai pelindung alami kawasan pantai maupun sebagai penyangga keseimbangan ekosistem.
“Keberadaan mangrove memiliki manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari melindungi kawasan pesisir hingga menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, kami menyambut baik program ini dan siap bersinergi dengan semua pihak untuk mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi dan Padiatapa di Sinaboi juga menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman terkait tujuan, tahapan pelaksanaan, serta manfaat program rehabilitasi mangrove yang akan dijalankan.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.





