JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian, penguatan cadangan beras pemerintah, serta percepatan hilirisasi sektor pangan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah ancaman krisis pangan global yang masih membayangi berbagai negara.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga 11 Mei 2026, stok beras nasional yang berada di bawah penguasaan Bulog tercatat mencapai 5,3 juta ton dan diproyeksikan menembus angka 6 juta ton pada akhir Mei.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut capaian tersebut sebagai tonggak bersejarah bagi Bulog sekaligus bukti keberhasilan strategi pemerintah dalam memperkuat sektor pangan dari hulu hingga hilir.
“Insya Allah akhir Mei bisa mencapai 6 juta ton,” ujar Rizal saat ditemui di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan.
Menurut Rizal, peningkatan stok beras tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, penggilingan padi, penyuluh pertanian, hingga dukungan TNI dan Polri dalam menjaga kelancaran distribusi serta penyerapan gabah petani.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen yang terlibat dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
“Ini capaian luar biasa dan membanggakan. Bukan hanya kerja Bulog, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen,” katanya.
Selain peningkatan stok, pemerintah juga terus mendorong percepatan hilirisasi sektor pertanian. Langkah ini dilakukan melalui penguatan sistem pengolahan hasil panen, peningkatan kapasitas penyimpanan, serta distribusi pangan yang lebih efektif dan efisien.
Rizal mengungkapkan, hampir seluruh gudang Bulog saat ini telah terisi penuh, termasuk gudang-gudang sewa yang digunakan untuk menampung Cadangan Beras Pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kapasitas penyimpanan nasional sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan Bulog mampu menguasai hingga 70 persen stok beras nasional. Target tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga di pasar sekaligus memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
“Kami mendapat arahan langsung dari Presiden untuk memperkuat gudang penyimpanan dan meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada dalam posisi yang semakin kuat dalam menghadapi tantangan pangan global. Menurutnya, berbagai langkah strategis yang dijalankan pemerintah telah membawa Indonesia semakin dekat menuju swasembada pangan.
“Kita tidak panik. Kita sudah menuju swasembada pangan dan sebentar lagi swasembada BBM,” kata Prabowo saat melakukan kunjungan kerja di Gorontalo.
Dengan terus bertambahnya cadangan beras nasional serta percepatan hilirisasi sektor pangan, pemerintah optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.





