Kuantan Singingi – Keberadaan tumpukan sampah di pinggir jalan dekat gerbang masuk SMPN 2 Teluk Kuantan menjadi perhatian serius warga dan para siswa, kamis 31/10/2024.
Tumpukan sampah yang berada tepat di tepi jalan pintu masuk sekolah ini tidak hanya menimbulkan pemandangan yang tidak sedap, tetapi juga menyebarkan bau yang mengganggu dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Pantauan di lokasi, tumpukan sampah ini terdiri dari berbagai jenis plastik dan limbah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja. Kondisi ini tentu saja meresahkan warga sekitar, khususnya siswa SMPN 2 Teluk Kuantan yang harus melewati area tersebut setiap hari.
Selain mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah ini juga berisiko menjadi sarang penyakit yang bersumber dari lalat dan tikus, yang dapat membawa berbagai macam infeksi dan penyakit.
Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi ini.
“Titik Lokasi ini sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah oleh warga-warga yang kesulitan mencari tempat pembuangan sampah di Desa Beringin ini, terkadang sampah disini dibiarkan dan tidak diangkut oleh truk pengangkut sampah, tentu ini sangat mengganggu anak sekolah dan warga yang melintas, terutama saat angin berhembus. Kami khawatir dampaknya terhadap kesehatan anak-anak dan masyarakat sekitar,” ujar salah seorang warga beringin Taluk yang enggan disebutkan namanya.
Para siswa juga merasakan dampak negatif dari keberadaan sampah tersebut. Beberapa siswa mengaku terganggu dengan bau yang tak sedap setiap kali melewati area tersebut.
“Setiap hari kita lewat sini, dan bau sampahnya sangat mengganggu kami yang belajar di sekolah ini, Semoga pemerintah Kabupaten Kuansing bisa segera mencarikan solusinya” ucap salah seorang siswa SMPN2 Teluk Kuantan kepada Hitam Putih News.
Menurut informasi yang diperoleh, tumpukan sampah ini disinyalir berasal dari pembuangan warga yang belum mendapatkan tempat pembuangan sampah yang memadai dari pemerintah daerah Kuansing.
“Di desa Beringin ini kami merasa kesulitan untuk membuang sampah, pasalnya, ada sejumlah warga yang mempunyai tong sampah biru milik pemda di depan rumahnya itu melarang warga membuang sampah di tong sampah tersebut dengan alasan tong sampah itu adalah miliknya dan telah ia bayar ke Pemda, sehingga warga lain yang tidak membayar tidak diperbolehkan buang sampah disitu” ujar warga desa beringin taluk yang tidak mau disebutkan namanya.

Meski demikian, tindakan pembuangan sampah sembarangan di dekat area sekolah tentu sangat disayangkan. Keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan.
Deflides Gusni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing menyebutkan bahwa itu merupakan sampah-sampah liar dan pihaknya akan segera memerintahkan petugas untuk membersihkan area tersebut dari sampah.
(Adra)





