Dinas PUPR Kuansing Bangun Jembatan Darurat di Desa Koto Inuman

Dinas PUPR Kuansing
Dinas PUPR Kuansing Bangun Jembatan Darurat di Desa Koto Inuman. (Foto: PUPR Kuansing)

KUANTAN SINGINGI – Menanggapi putusnya akses jalan di Desa Koto, Kecamatan Inuman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) langsung bergerak cepat dengan membangun jembatan darurat. Pekerjaan ini dimulai pada Senin (17/2/2025) setelah ruas jalan tersebut amblas pada Jumat (14/2/2025) dini hari akibat derasnya arus Sungai Ili Tulang Pocah.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kabid Bina Marga PUPR Kuansing, Faisal ST, tim teknisi telah memulai pemasangan cerocok sebagai pondasi sejak Senin dan akan berlanjut hingga Kamis (20/2/2025). Jembatan darurat berbahan kayu dengan ukuran 4×4 meter ini ditargetkan selesai dalam waktu maksimal dua pekan.

Kami menargetkan jembatan ini bisa digunakan dalam waktu dua pekan ke depan, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa harus memutar jauh,” ujar Faisal di Teluk Kuantan.

Jembatan Hanya untuk Kendaraan Kecil

Jembatan sementara ini dirancang agar bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat pribadi. Namun, truk pengangkut sawit dengan tonase besar tidak diperkenankan melewatinya guna menjaga ketahanan struktur jembatan. Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak perlu lagi mengambil rute memutar melalui Desa Dusun Tuo, Kecamatan Kuantan Hilir.

Faisal juga menegaskan bahwa pekerjaan ini menggunakan dana tanggap darurat PUPR Kuansing dan akan diselesaikan secepat mungkin jika cuaca mendukung. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Camat Inuman untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat agar bersabar. Kami akan bekerja seoptimal mungkin demi kelancaran akses jalan ini,” tambahnya.

Rencana Jangka Panjang: Jembatan Permanen

Untuk solusi jangka panjang, Dinas PUPR Kuansing masih menunggu instruksi dari Bupati yang saat ini tengah mengikuti pelantikan di Jakarta. Menurut Faisal, lokasi jalan yang putus ini tidak lagi cocok untuk penggunaan gorong-gorong remco. Sebagai gantinya, pihaknya mengusulkan pembangunan jembatan permanen atau minimal box culvert guna memastikan keamanan dan ketahanan struktur jalan di masa depan.

Bacaan Lainnya

Sebagai informasi, putusnya akses jalan di Desa Koto-Sigaruntang ini disebabkan oleh rusaknya gorong-gorong yang sebelumnya berfungsi sebagai penopang jalan. Derasnya aliran Sungai Ili Tulang Pocah saat meluap menyebabkan badan jalan selebar 8 x 8 meter amblas dan tak bisa dilewati. Akibatnya, warga di sekitar Desa Koto dan Sigaruntang harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk beraktivitas.

Dengan adanya pembangunan jembatan darurat ini, diharapkan akses utama dapat segera kembali normal, sementara rencana pembangunan jembatan permanen terus dimatangkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(Adr)

Pos terkait