KUANSING – Melihat antusias masyarakat dan para wisatawan domestik maupun mancanegara saat event Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa , Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi menyiapkan langkah besar.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kini tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat sektor pariwisata. Dua ikon kota Teluk Kuantan, yakni Lapangan Limuno dan Water Front City (WFC) Narosa, akan disatukan dalam sebuah kawasan terpadu melalui pembangunan Boulevard Narosa.
Boulevard ini tidak hanya akan menjadi penghubung fisik antara dua destinasi tersebut, tetapi juga dirancang sebagai ruang publik modern. Median jalan akan dipercantik dengan taman hijau, sementara jalur pejalan kaki dibuat lebih ramah dan nyaman. Dengan konsep itu, masyarakat dapat menikmati suasana kota sekaligus menyaksikan panorama WFC Narosa dari Lapangan Limuno, atau sebaliknya.
Dorong Ekonomi dan Ruang Sosial
Integrasi dua ikon kota diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Munculnya usaha baru seperti restoran, hotel, dan toko oleh-oleh diprediksi ikut mendorong Teluk Kuantan sebagai destinasi wisata andalan di Riau.
Selain itu, ruang publik yang tercipta juga akan menjadi wadah interaksi sosial. Masyarakat bisa berkumpul, beraktivitas, dan menikmati fasilitas kota yang lebih fungsional dan estetik.
Tantangan Relokasi
Meski menjanjikan, proyek ini tak lepas dari tantangan. Beberapa bangunan yang ada di jalur boulevard, termasuk ruko dan gedung pemerintah, akan terdampak. Pemerintah daerah menyiapkan solusi dengan merelokasi ruko-ruko tersebut ke kawasan bekas Pasar Lumpur.
“Kalau memang berlanjut antusiasme para pengunjung pacu jalur, nantinya tentu harus seperti itu, ya kita lihat aja kemarin itu pas pacu jalur orang berdesak-desakan di ruas jalan Sudirman” ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuantan Singingi, Deswan Antoni kepada Hitam Putih News, Sabtu 06/09/2025.
Koordinasi dengan Pusat
Langkah serius Pemkab Kuansing mendapat perhatian pemerintah pusat. Pada 2 September 2025, Kementerian PUPR telah berkoordinasi dengan Gubernur Riau untuk membahas masterplan kawasan. Pertemuan tersebut juga menyinggung arahan Wakil Presiden terkait pelestarian tradisi Pacu Jalur sebagai identitas daerah.
Tim dari Kementerian PUPR bahkan sudah melakukan survei lapangan untuk menyesuaikan desain dengan regulasi yang berlaku. Selanjutnya, Gubernur Riau dijadwalkan kembali berkoordinasi dengan Bupati Kuansing guna menindaklanjuti detail perencanaan.
“Terkait WTF ini, Orang Kementerian PUPR perwakilan Pekanbaru sudah meninjau lokasi untuk WTF ini, dan pada saat itu ia menyampaikan kepada kami bahwa ia diperintahkan langsung oleh pimpinannya dan itu instruksi dari wakil presiden Gibran” ungkap Deswan Antoni.
Harapan Baru Kota Teluk Kuantan
Jika proyek Boulevard Narosa terwujud, wajah Teluk Kuantan akan berubah signifikan. Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi wisata perkotaan yang mampu menarik wisatawan dan memperkuat identitas Kuansing di tingkat nasional. (Adr)





