ROKAN HILIR – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XX Kabupaten Rokan Hilir yang dipusatkan di Bagansiapiapi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang perputaran ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal tampak membuka lapak dan stand bazar di sekitar lokasi kegiatan.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Koperasi dan UMKM turut mengambil peran dengan memfasilitasi sarana pendukung bagi pelaku UMKM agar dapat berjualan dan mempromosikan produk mereka selama MTQ berlangsung.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rohil, Sri Haslina, mengatakan fasilitasi yang diberikan berupa penyediaan tenda dan meja sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami memfasilitasi sarana pendukung berupa tenda dan meja agar pelaku UMKM bisa berjualan, meningkatkan ekonomi, sekaligus memasarkan dan mempromosikan produk mereka,” ujarnya.
Terkait mekanisme pengisian stand bazar, Sri Haslina menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara terbuka oleh pihak UIN selaku pengelola bazar MTQ.
“Pihak UIN telah membuka pendaftaran bagi pelaku usaha yang berminat untuk berpartisipasi mengisi stand bazar MTQ,” katanya.
Ia menegaskan, kehadiran UMKM dalam event besar seperti MTQ sejalan dengan kebijakan pembinaan UMKM Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, yang menitikberatkan pada perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.
Menurutnya, selain fasilitasi bazar, Pemkab Rohil juga secara berkelanjutan menjalankan program pembinaan UMKM, mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan pemasaran berbasis digital.
“Event MTQ ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang promosi dan akses pasar bagi UMKM lokal. Kami berharap pelaku UMKM benar-benar memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan pasar,” tegasnya.
Di lapangan, dampak positif kegiatan bazar MTQ dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Erwin (33), penjual makanan ringan sempul ayam, mengaku penjualannya meningkat selama MTQ berlangsung, terutama pada malam hari.
“Pembeli cukup ramai. Penjualan meningkat dibanding hari biasa, dan produk kami jadi lebih dikenal,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan pelaku UMKM minuman olahan yang turut membuka stand di lokasi MTQ. Ia menilai event MTQ memberi ruang promosi yang efektif bagi usaha kecil.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu UMKM kecil. Selain menambah penghasilan, produk kami juga lebih dikenal masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan bazar UMKM pada MTQ XX Rohil ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar juga dapat memberi dampak ekonomi langsung, sekaligus menjadi bagian dari implementasi kebijakan pembinaan UMKM Pemkab Rokan Hilir dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.





