Dugaan Sikap Tertutup Ketua APDESI Rohil, TOPAN RI: Pemimpin Jangan Alergi Wartawan

Ilustrasi

ROKAN HILIR – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Rokan Hilir, Azlita, yang juga menjabat sebagai Datin Penghulu Sungai Kubu Hulu, menjadi sorotan setelah diduga enggan memberikan klarifikasi kepada awak media terkait sejumlah isu yang tengah menimpa kepenghuluan dan organisasi yang dipimpinnya.

Sejumlah wartawan lokal mengaku telah berupaya menghubungi Azlita, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, namun tidak mendapat respons. Hal ini memunculkan kesan bahwa yang bersangkutan menghindari konfirmasi dari pihak media.

“Kami hanya ingin mendapatkan klarifikasi langsung agar pemberitaan yang kami sajikan tetap berimbang dan sesuai fakta. Namun hingga kini belum ada tanggapan,” ungkap salah satu jurnalis lokal yang enggan disebutkan namanya.

 

Tidak hanya dari kalangan media, kritik juga datang dari organisasi Dewan Pimpinan Daerah Team Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (DPD TOPAN RI) Kabupaten Rokan Hilir menyayangkan sikap yang dinilai tertutup tersebut.

Yusaf Hari Purnomo, yang akrab disapa Arie Black, dari DPD TOPAN RI menilai sikap diam seorang pejabat publik dapat menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kalau seorang pemimpin tidak mau dikonfirmasi, ini bukan hal sepele. Jangan sampai masyarakat berasumsi bahwa ada yang sedang ditutupi,” tegasnya, Jumat (1/8/2025).

 

Arie juga mengingatkan bahwa jabatan publik melekat dengan tanggung jawab moral dan transparansi, terutama dalam menjawab pertanyaan publik dan media.

“Seorang pemimpin harus siap terbuka dan bertanggung jawab, bukan justru menghindar dari pertanyaan wartawan. Kalau alergi transparansi, itu mengkhianati amanah jabatan,” tambahnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak APDESI Rokan Hilir belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai isu yang beredar.

Pos terkait