KSOP Kelas IV Bagansiapiapi Serahkan E-Pas Kecil, Life Jacket dan Sosialisasikan SKK kepada Nelayan

Kepala KSOP Kelas IV Bagansiapiapi, Capt. Faizal, SE, MT, DESS, MH, M.Mar, menyerahkan secara simbolis E-Pas Kecil dan bantuan life jacket kepada nelayan dalam rangka sosialisasi keselamatan pelayaran dan SKK di kantor KSOP, Selasa (4/3/2026).

ROKAN HILIR – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bagansiapiapi menggelar kegiatan penyerahan E-Pas Kecil, bantuan life jacket, serta sosialisasi Surat Keterangan Kecakapan (SKK) kepada nelayan, Selasa (4/3/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di kantor KSOP Kelas IV Bagansiapiapi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan dan legalitas pelayaran bagi nelayan tradisional di wilayah perairan Rokan Hilir.

Dalam acara itu, sejumlah nelayan menerima secara simbolis E-Pas Kecil sebagai dokumen legalitas kapal berukuran kecil, sekaligus bantuan jaket pelampung guna menunjang keselamatan saat melaut. Selain itu, para nelayan juga mendapatkan pemahaman terkait pentingnya kepemilikan SKK sebagai bukti kecakapan dalam mengemudikan kapal.

Kepala KSOP Kelas IV Bagansiapiapi, Capt. Faizal, SE, MT, DESS, MH, M.Mar, dalam sambutannya menegaskan bahwa E-Pas Kecil dan SKK merupakan dua dokumen penting yang tidak dapat dipisahkan dalam mendukung keselamatan pelayaran.

“E-Pas Kecil memberikan kepastian hukum terhadap kapal yang dioperasikan, sementara SKK memastikan bahwa pengemudinya memiliki kompetensi dasar di bidang keselamatan pelayaran. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi perlindungan bagi nelayan itu sendiri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, dengan legalitas kapal yang jelas serta kecakapan yang terstandar, risiko kecelakaan di laut dapat ditekan. Pemerintah, kata dia, terus mendorong agar nelayan tidak hanya fokus pada hasil tangkapan, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kepatuhan regulasi.

Dalam sesi sosialisasi, petugas KSOP memaparkan prosedur pengurusan SKK, persyaratan administrasi, serta materi dasar keselamatan pelayaran. Materi tersebut mencakup penggunaan alat keselamatan, kewajiban membawa perlengkapan standar, pemahaman rambu dan alur pelayaran, hingga langkah penanganan darurat saat terjadi insiden di laut.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap penggunaan life jacket menjadi kebiasaan, bukan hanya saat ada pemeriksaan,” tegas Capt. Faizal.

Para nelayan penerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku terbantu dengan adanya E-Pas Kecil yang mempermudah administrasi kapal, serta bantuan life jacket yang dapat digunakan saat melaut. Sosialisasi SKK juga dinilai membuka wawasan baru terkait pentingnya kecakapan dan keselamatan.

Kabupaten Rokan Hilir sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas perikanan yang cukup tinggi di Provinsi Riau. Karena itu, penguatan aspek legalitas dan keselamatan pelayaran dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna menekan risiko kecelakaan laut.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan sesi foto bersama antara jajaran KSOP Kelas IV Bagansiapiapi dan para nelayan sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya keselamatan di laut.

Pos terkait