Malaysia Klaim Pacu Jalur Milik Mereka, Nalladia DPRD Riau Murka: “Itu Tradisi Sakral Kami, Bukan Kalian!”

Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau, Nalladia Ayu Rokan

RIAU – Tradisi kebanggaan masyarakat Riau, Pacu Jalur, kembali jadi perbincangan panas setelah muncul klaim mengejutkan dari pihak Malaysia yang menyebut budaya tersebut sebagai milik mereka. Pernyataan sepihak itu langsung memicu kemarahan di tanah air, terutama dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau, Nalladia Ayu Rokan.

“Pacu Jalur adalah tradisi sakral dan kebanggaan masyarakat Kuansing, Riau. Ini milik kita, bukan milik negara lain!” tegas Nalladia saat diwawancara awak media, Selasa (8/7/2025).

Pacu Jalur, perlombaan perahu panjang khas yang digelar di Sungai Kuantan, bukan sekadar tontonan tahunan. Ia telah menjadi simbol kuat identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi dan Riau secara keseluruhan. Ribuan wisatawan lokal hingga mancanegara rutin hadir untuk menyaksikan event akbar ini.

Menariknya, gaya energik para penari dan pendayung Pacu Jalur disebut-sebut turut menginspirasi selebrasi gol beberapa pesepakbola dunia.

“Ini bukti bahwa Pacu Jalur tidak hanya dikenal secara nasional, tapi juga mendunia. Ketika ada negara lain yang mengklaim, kita wajib bersuara. Ini menyangkut harga diri dan warisan budaya kita,” tambah Nalladia dengan nada tegas.

Tak hanya para tokoh, warga Kuansing dan masyarakat Riau secara luas juga mengecam klaim Malaysia. Mereka mendesak pemerintah pusat dan Kementerian Kebudayaan untuk segera bertindak dan menegaskan bahwa Pacu Jalur adalah warisan budaya Indonesia yang tak bisa diganggu gugat.

Pos terkait