ROKAN HILIR – SDN 002 Teluk Nilap, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Sorotan publik tajam mengarah pada dugaan ketidaktransparanan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan dokumen rekapitulasi yang dihimpun redaksi, dana BOS yang dikucurkan ke sekolah ini tidaklah sedikit. Namun ironisnya, sebagian besar dana justru dihabiskan untuk keperluan pemeliharaan dan pembayaran honor yang menuai tanda tanya.
“Anggaran rutin, tapi kondisi sekolah tidak mencerminkan penggunaan dana sebesar itu,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan ini semakin menguat karena minimnya akses publik terhadap rincian penggunaan dana tersebut. Pihak sekolah dituding tidak terbuka dan enggan menjelaskan secara rinci alokasi dana BOS yang seharusnya bersifat transparan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 002 Teluk Nilap membantah adanya penyelewengan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan sesuai prosedur dan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan.
“Semua sesuai aturan. Kami hanya mengikuti juknis dan instruksi dari dinas,” ujarnya singkat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir telah melakukan monitoring ke sekolah pada Rabu, 6 Agustus 2025. Namun, hingga kini hasil dari monitoring tersebut belum juga diumumkan ke publik.
“Tim dari dinas sudah datang. Tapi kami juga belum menerima hasil resminya,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan terkait temuan di lapangan. Ketertutupan ini justru menambah kecurigaan publik terhadap pengelolaan dana BOS di SDN 002 Teluk Nilap.





