Aktivis Asal Bagansiapiapi Kecam Arogansi Oknum Pengusaha Saat Penertiban THM

Fani Pratama. Foto : Istimewa.

ROKAN HILIR – Aksi seorang oknum pengusaha yang terekam menantang aparat saat penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) di Bagansiapiapi memantik kemarahan kalangan pemuda.

Sikap tersebut dinilai mencederai wibawa pemerintah dan mempertontonkan arogansi di hadapan penegak aturan.

Operasi yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rokan Hilir (Satpol PP) merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Rokan Hilir Nomor: 300.1/SE-II/2026/17 tentang Himbauan Menjaga Keamanan, Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M.

Saat pertama kali didatangi sekitar pukul 23.00 WIB, lokasi THM terlihat tertutup. Namun, situasi tersebut justru memunculkan kecurigaan.

Merespons kondisi itu, Gerakan Pemuda dan Masyarakat Rokan Hilir (GPM Rohil) bersama sejumlah wartawan melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Dari investigasi tersebut, ditemukan dugaan adanya praktik “kucing-kucingan” oleh pengelola KING Karaoke Keluarga.

Temuan itu kemudian dilaporkan langsung kepada Kasatpol PP Rokan Hilir. Mendapat informasi tersebut, petugas kembali melakukan pengecekan sekitar pukul 01.45 WIB.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, belasan sepeda motor terparkir di halaman, meski lampu luar dalam kondisi mati. Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa operasional tempat hiburan masih berjalan secara tertutup di tengah imbauan penutupan selama Ramadan.

Ketua Umum GPM Rohil, Fani Pratama, angkat suara keras. Ia mengecam tindakan oknum pengusaha yang dinilai tidak menghormati aparat saat menjalankan tugas resmi.

“Ini bukan persoalan pribadi. Ini menyangkut marwah pemerintah daerah. Aparat datang membawa aturan, bukan datang untuk ditantang,” tegas Fani, Rabu (18/2/2026).

Di lapangan, operasi penertiban sempat diwarnai ketegangan setelah oknum pengusaha yang disebut bernama Along melontarkan pernyataan bernada tantangan kepada petugas.

“Pemerintah Daerah atau Negara ini tidak boleh kalah dengan satu oknum bernama Along yang sok jago itu,” ungkap Fani.

Meski demikian, Fani juga mengakui emosinya sempat terpancing saat berada di lokasi. Ia menyebut sikap Along yang dinilai arogan, bahkan diduga dalam kondisi tidak stabil, memicu suasana semakin memanas.

“Kalau iya jago, ayo kita duel dalam keadaan normal. Pakai ring kalau perlu,” tantang Fani.

Terlepas dari ketegangan tersebut, GPM Rohil menegaskan bahwa esensi persoalan bukanlah konflik personal, melainkan penegakan aturan selama Ramadan.

Mereka mendesak pemerintah daerah untuk bertindak tegas dan konsisten terhadap setiap pelaku usaha yang melanggar ketentuan demi menjaga ketertiban umum dan menghormati kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Pos terkait